activo | asset management system

code.id

Tuesday, March 31, 2009

QlikView, Memang Luar Biasa. Tapi...

Saya iseng belajar lagi produk Business intelligence(BI) bernama QlikView. Dulu sudah pernah saya ulas secara singkat disini dan disini. Itu sekitar 2 tahun yang silam. Dan langsung lupa. Lalu berhubung dikantor sedang ada kebutuhan menampilkan laporan untuk manajemen, saya iseng melakukan eksplorasi aplikasi BI kembali yang sudah saya kenal sedikit-sedikit.

Dari beberapa hari bongkar-bongkar QlikView (hasil download free trial 15 hari), didapat bahwa ini program memang luar biasa...... dodol! Hehehe... Kagak deng. Memang luar biasa canggih dan cepat! Qlikview itu memang bukan sembarang BI Software. Dia tidak mengenal yang namanya OLAP. Setelah melakukan proses ETL, biasanya diproduk BI seperti BI Services keluaran Microsoft/Cognos, data dari OLTP akan dibentuk menjadi data OLAP. Di QlikView, data OLTP tidak menjadi data OLAP. Tapi dirubah menjadi data yang dikenal sebagai DATA CLOUD. Dan hasilnya luar biasa. Kalau kita menampilkan report yang sudah dibuat, prosesnya cepat sekali. Hal ini bisa terjadi karena teknologi QlikView bukan teknologi BI pada umumnya. QlikView memiliki teknologi ciptaan sendiri yang disebut Memory Centric BI. Seperti saya kutip dari Wikipedia:

QlikTech developed a tool for analyzing multi-dimensional data for a client and then, based on this tool, developed QlikView, named after a point-and-click-simple way to view data and information and based on their patented in-memory associative technology, which is the company's main competitive advantage in the market.

QlikView berdiri diatas sebuah teknologi yang sudah dipatenkan oleh QlikTech (perusahaan yang membuatnya).

Tapi sayang seribu sayang. Ketika saya tanyakan ke teman yang bekerja sebagai pedagang QlikView di Indonesia, harganya hampir seharga rumah ukuran 80 m2: Paling murah 30 ribu US Dollars. Hiks hiks hiks...

Mau beli license, mahalnya na-uju-bile. Budget IT tidak mencukupi. Mau cari bajakan, malu-maluin. Terpaksalah..., kembali ke Crystal Report :((

Sunday, March 22, 2009

Baru Tahu Gunanya Foot Step

foot step terios

Dari beli sampai seminggu lalu, saya ga pernah tahu apa itu kegunaan foot step di bawah mobil. Yang ada cuma ngerepotin aja karena nambah-nambah lahan buat dibersihin.

Setelah liat tukang cuci mobil dipinggir Kalimalang membersihkan bagian atas mobil, saya jadi baru tahu kegunaannya. Buat pijakan nyuci atap mobil! Hehehe... Ada-ada aja produsen mobil nyiptain aksesoris.

Anyway, berhubung fungsinya cuma satu aja, saya kepingin jual tuh foot step. Tapi ga tahu harga pasarannya berapa. Apakah pembaca ada yang tahu? Dan juga, apakah anda tertarik untuk membelinya? Hubungi saya di adiwirasta[at]gmail[titik]com :-)

***

Note: foto diatas diambil saat nunggu perbaikan foot step (diganti) karena sempat rusak setelah nabrak tembok rumah orang :-)

Nyoba Windows Live Writer dan akan ketagihan

Tulisan ini sebetulnya lagi nyoba-nyoba Windows Live Writer. Ternyata hasilnya:

MUANTAAAP...!!!

Dibanding Post2Blog, desktop blogging client yang sering saya gunakan buat ngapdet www.bolanova.com , memiliki fitur-fitur sangat memuaskan terutama untuk blogger.com. Di Post2Blog, kalau kita bikin account yang berasal dari blogger.com:

1. fasilitas upload image yang langsung nembak ke server google tidak ada;

2. fasilitas kategori tidak muncul;

3. Set date & time tidak ada;

4. dll.

Pokoknya, windows live writer sangat sangat mendukung blogger.com. Muantaaaap...!!!

Saturday, March 21, 2009

Menyusuri Lembah Peti Kemas

lembah container

Waktu pertama kali dateng untuk interview, rasanya ngeri juga menyusuri tumpukan-tumpukan peti kemas seperti di foto atas. Bagaimana tidak, peti kemas yang ditumpuk itu tidak diikat. Andaikan terjadi gempa, dan saya pas melewati lembah peti kemas ini, apa jadinya?

Setelah kerja 1,5 bulan di perusahaan penyewa ladang peti kemas, lama-lama saya terbiasa juga. Jadi berasa wisata, hehe...

Wednesday, March 11, 2009

Customer Service Hewlett-Packard: Mantap!

Menjadi koordinator IT disebuah perusahaan end user, ternyata memberikan saya satu pengalaman yang tidak saya dapatkan ketika jadi programer saja. Pengalaman berhubungan dengan customer service sebuah produk. Tidak bermaksud promosi, saya sangat kagum dengan pelayanan pasca jual yang diberikan oleh Hewlett Packard. Kebetulan, HP Proliant ML110 dikantor saya sedang terjadi masalah. Saya tidak mengerti kenapa. Saya cek ke nomor telpon yang tertera di stiker pinggir casing mesin HP, dan mereka langsung menanyakan Serial Number-nya. Saya beritahu S/N-nya, dan dibalas kalau server kantor saya ini masih bergaransi.
Wuiih... Mantap cuy. Artinya, bank data seluruh barang yang terjual melalui reseller HP manapun, sudah terpusat. Biasanya, kalau ada masalah dengan komputer, saya langsung menanyakan ke tempat dimana saya membeli. Berbeda dengan HP. Customer Service di pool disatu nomor saja.

Begitupun dengan response time dari tim customer Service. Tidak lebih dari 10 detik, sudah ada yang memberikan respon. Bahkan, customer service kedua yang saya hubungi, memiliki logat Malaysia.
Wuih
... Ga cuma sepakbola yang menggunakan pemain asing, customer service sebuah produk di Jakarta juga ada yang menggunakan karyawan asing. Ck ck ck.

Mantap lah... Semoga produk lain secepatnya menyusul. Terutama Indovision, yang customer Service-nya dodol abis. Oh, soal Customer service Indovision, akan saya ceritakan lain hari. Betapa menyebalkannya pelayanan dari Indovision.

Belajar Dari Vanessa Yang Sekarang Sedang Sakit


Kalau lagi sehat, Vanessa selalu bikin hati jadi bahagia. Tapi giliran Vanessa sakit, hati ini jadi ga karuan. Sedih, bete, kasihan.

3 hari ini, putri saya lagi batuk-batuk dicampur ingusan. Dan kondisi seperti ini, benar-benar dibutuhkan tenaga ekstra karena tidur Vanessa jadi susah. Dalam semalam bisa tiga kali bangun. Bangun karena hidungnya tersumbat. Kalau sudah bangun, otomatis saya kebagian gendong hingga tidur dipelukan. Masalahnya lagi, berat Vanessa tidak seperti dulu. Makin berat.

Ada satu pelajaran dari kondisi Vanessa saat ini. Biarpun dia lagi sakit, dia tetap bisa tertawa. Beda banget dengan orang dewasa, khususnya saya sendiri. Kalau lagi dihadapi suatu masalah, otomatis, selama masalah itu nyangkut dihati, dipikiran, saya(kita) sangat susah untuk memberikan sedikit tertawa.

Andai saya bisa seperti Vanessa, dikala sakit, hati bisa disempatkan untuk dingin, masih bisa melempar senyum, alangkah indahnya dunia ini.

Telewancara oleh orang International Data Corporation Asia Pacific

Baru saja saya ditelewancara oleh seseorang yang mengaku dari International Data Corporation Asia Pacific. Dia memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar penggunaan IT dikantor, soal green IT, soal budgeting IT dan lain-lain.

Setelah diwawancara, saya langsung ngecek ke situsnya yang beralamat: www.idc.com. Dan saya nyengir ketika melihat press release dihalaman depan www.idc.com seperti ini:

Press Releases

Storage Software Market Slows But Still Shows Growth in the Fourth Quarter of 2008, According to IDC

Mar 09, 2009

Year-Over-Year Quarterly External Disk Storage Systems Market Experiences Negative Growth for the First Time in More Than 5 Years, According to IDC

Mar 06, 2009

IDC Says Cloud Computing Is More Than Just Hype; Worldwide IT Spending On Cloud Services Expected To Reach US$42 Billion By 2012

Mar 06, 2009

Yang saya tertawakan, apa yang mereka lakukan, yaitu survey by phone lalu dijadikan press release, bisa dibilang, hasilnya 50% ga akurat. Kenapa? Berdasarkan pengalaman tadi, ditelpon untuk ditanya-tanya dan hasilnya dijadikan sebuah riset IT, saya menjawab dengan ogah-ogahan. Dikasih pertanyaan ini itu anu ono, saya memberikan jawaban yang 50% lebih = asal. Alasannya:
1. Suaranya terlalu kecil, jadi susah untuk konsentrasi.
2. Logat bicaranya sangat Malaysia, juga susah untuk konsentrasi.
3. Pertanyaannya terlalu banyak, bikin susah untuk konsentrasi.
4. Saya sendiri memang ga terlalu banyak mengerti pertanyaannya, hehehehe...

Karena itu, saya berkesimpulan, orang-orang yang diwawancara oleh IDC, pasti juga sama seperti saya, memberikan jawaban yang setengah serius.

Komentar Terbaru