Showing posts with label hypermarket. Show all posts
Showing posts with label hypermarket. Show all posts

Friday, May 18, 2018

Electronic Solution di Grand Galaxy Park tutup, dampak ecommerce banting harga?

Ya... Electronic Solution di Grand Galaxy Park, Bekasi sudah tutup, dampak ecommerce banting harga?

Bisa jadi seperti itu. Perilaku pembeli sekarang sudah pintar. Cek harga di toko online. Periksa penampakan di toko offline, lalu kembali ke toko online untuk belanja.

Ketika saya tanya ke resepsionis Grand Galaxy Park kenapa Electronik Solution tutup, dijawab tidak tahu. Mungkin malu kalau Electronic Solutions sudah tidak laku.

--
[Ads]
Bioglass dapat membersihkan racun di dalam tubuh, melancarkan sembelit, mempercantik kulit, menghindari pengeroposan tulang, serta menyembuhkan penyakit diabetes, sakit kepala, influenza, penyakit jantung koroner dan asam urat.

Untuk info selengkapnya, silakan klik link WA berikut ini :

Sunday, May 06, 2018

Naga Pasar Swalayan, Super Brand yang Low Profile

Di daerah pekayon, Bekasi, bisa dibilang, Naga Pasar Swalayan adalah supermarket terlaris beberapa tahun belakangan ini. Terkenal karena murah dan memang murah.

Penulis sering berbelanja di Naga supermarket karena dibanding Giant express Pekayon atau Carefour Revo Town, Naga adalah yang paling murah.

Kenapa Naga supermarket bisa murah? Karena Naga memiliki Term of Payment yang cepat. Hal ini membuat supplier berani memberikan harga lebih murah karena perputaran uangnya jadi lebih cepat.

--
[Ads]
Bioglass dapat membersihkan racun di dalam tubuh, melancarkan sembelit, mempercantik kulit, menghindari pengeroposan tulang, serta menyembuhkan penyakit diabetes, sakit kepala, influenza, penyakit jantung koroner dan asam urat.

Untuk info selengkapnya, silakan klik link WA berikut ini :

Thursday, February 02, 2012

Belajar budaya barat dan timur dari hypermarket Giant dan Carrefour

Jika anda sering berbelanja di hypermarket Giant, anda pasti akan mendapati barang-barang dagangan yang dihargai diskon dan yang didiskon tersebut adalah barang dagangan yang sebentar lagi akan expired. Lalu, jika anda juga sering berkunjung ke hypermarket Carrefour, anda akan jarang menemui barang yang didiskon karena akan expired. Di Carrefour, barang dagangan akan dihancurkan jika memang akan expired.

Dari sini, kita bisa melihat 2 budaya yang mencolok. Budaya apa? Budaya perlakuan barang sisa. Carrefour berasal dari Perancis. Sedangkan Giant berasal dari Malaysia. Sudah menjadi hal biasa, dinegara Melayu, atau dilingkungan kita sendiri, segala sesuatu kalau bisa tidak dibuang, ya jangan dibuang dulu. Almarhum bapak saya, sering mengomeli saya kalau makan nasi, harus habis. Tidak boleh sisa. Itu artinya, nasinya sayang kalau dibuang. Tapi kalau kita menyaksikan film-film barat, sering kita lihat sisa makanan yang dibuang saja ke tempat sampah, tanpa dihangati lagi lalu disimpan dilemari kulkas.

Budaya ‘sayang kalau dibuang’ oleh Giant memang bagus. Tapi hal ini bisa menjadi bumerang. Bumerang bagaimana? Boomerang bagi penjualan mereka sendiri. Jika Giant sering melakukan promosi seperti ini, bisa jadi karyawan-karyawannya akan ogah-ogahan bekerja untuk mencapai target. Karena kalau mencapai target, akan tidak ada barang yang tidak laku sehingga promosi diskon karena mau expired akan menjadi berkurang. Jadi, dengan mereka ogah-ogahan bekerja, maka akan banyak barang dagangan yang otomatis di diskon lalu mereka beli sendiri untuk keperluan keluarganya sendiri.

Friday, March 26, 2010

Slogan Hypermarket Giant

Ketika makan siang di Giant Cakung, saya terpaku pada slogan Giant yang berbunyi: TEMPAT ORANG INDONESIA BERBELANJA.

slogan giant

Slogan Giant ini kalau menurut saya:

  • Frasanya terlalu panjang.
  • Terlalu rasis.
  • Anti orang asing.
  • Tidak membujuk.

Kalau menurut anda bagaimana?

Wednesday, September 24, 2008

Penanam Modal Asing

Tulisan Nasib Carrefour kini ternyata mendapat tanggapan yang cukup serius. Berhubung saya tidak bisa menanggapinya dengan serius, maka saya butuh pembaca blog ini ikut rembug berdiskusi soal kehadiran PMA.

Pertama, saya menelurkan opini begini:

Jikalau akhirnya PMA banyak yang angkat kaki, termasuk Carrefour nanti, pengangguran akan meningkat pastinya. Kalau sudah banyak pengangguran, maka pencurian, perampokan bahkan pembunuhan berantai yang dilandasi oleh kebutuhan perut, juga akan makin meningkat. Betul ga sih?

Lalu dijawab oleh Bang Aip begini:

Jawaban dari pertanyaan Mas Adi ini bisa banyak beragam. Tapi saya coba menjawab dengan asumsi pribadi saya. Jadi buat pembaca lain, ini amat subjektif looh.

Saya jawab, "TIdak".

Alasannya:

1. PMA menanamkan modal ke RI antara lain karena resource di RI murah dan banyak mulut yang akan mengkonsumsi produk mereka.
Jadi, kalau mereka menanamkan modal di RI karena 'belas kasih' terhadap RI, itu boleh dibilang omong kosong.

PMA yang ogah lagi menanamkan modal di RI kebanyakan karena keamanan yang tidak stabil. Dan itu amat menggangu pola distribusi mereka. Kalau mereka masih bisa bribe untuk mendapatkan privilige, maka pasti mereka akan laksanakan.

Nike, masih menanamkan modal di RI, walaupun sudah dimaki-maki oleh Michael Moore dan banyak orang di seluruh dunia. Kenapa? Karena bisnis mereka masih stabil disini.
(*Mohon orang Nike, bantah saya, tapi baca dulu ini: http://www.michaelmoore.com/dogeatdogfilms/nikerelease.html*)

2. Efek KPK
Walaupun ini aneh, banyaknya kasus yang ditanggulangi KPK dan daftar panjang list tindak korupsi yang akan mereka usut, sudah cukup banyak mengganggu beberapa pemegang keputusan. Diantaranya adalah pemegang keputusan PEMDA untuk melegalkan ritel yang beroprasi di kota-kota besar.

Sudah bukan rahasia (buat yang pernah bermain dengan PMA di RI), apabila PMA menganggarkan 10% dari budget mereka untuk biaya 'non-bujeter'. Biaya ini nama lain dari suap untuk pejabat atau anggota dewan. Contoh: PMA di sebuah kota di Jawa TImur (tahun 2006) dan PMA di sebuah kota di Papua (tahun 1995).

3. Alderson Market Behaviour
Ada ratusan juta mulut menganga di RI yang siap memangsa produk-produk baru. Kalau raksasa macam Carrefour pergi, akan digantikan 'pemain' lain yang mungkin tidak kalah besarnya. Itu menurut teori Wroe Alderson.

Kenyataannya, kalau Carrefour pergi, yaa pasti digantikan saingannya lah. Simpel. Sebab pasar yang terbuka, selalu menarik minat untuk dimasuki pedagang.

Percaya atau tidak, mau pemerintahnya orde baru, orde lama, atau orde of phoenix, PMA atau MNC jauh lebih kuat daripada batas negara.

4. Makin banyak kejahatan atas nama perut
Kalau orang mau niat jahat mah, lapar atau nggak, tetep aja akan melakukan kejahatan.

Bangladesh jauh lebih lapar daripada RI. Tapi kejahatan atas nama perut yang keroncongan jauh lebih sedikit ketimbang kejahatan yang dilakukan atas nama penyakit sosial lainnya.

District Colombia dan Miami Dade di USA jauh lebih kenyang daripada di RI, toh angka kejahatan jauh lebih tinggi daripada di Jakarta (yang katanya sadis itu).

Pada intinya, jawaban saya "Tidak" atas pertanyaan Mas Adi. Mohon apabila tidak berkenan, silahkan dibantah.
Contoh-contoh diatas diambil dari data Pemda lokal dan pengalaman pribadi ketika berkunjung ke TKP.

Soal Carrefour, saya sendiri pernah tinggal di South France, jadi paham sekali cara pandang penduduk lokal terhadap produk dalam negeri mereka beserta kompetitornya.

- - -
Nah, bagaimana dengan Anda? ^_^

Tuesday, September 16, 2008

Nasib Carrefour Kini...


Jadi pemain besar ternyata banyak tidak enaknya. Carrefour, peritel asal Perancis yang mulai mendominasi di tanah air tercinta Indonesia, telah mengenyam banyak tidak enaknya, khususnya dari masyarakat sekitar maupun pemerintah daerah. Kasus Carrefour Pluit, yang didemo oleh masyarakat sekitar khususnya pedagang pasar terdekat Carrefour karena telah merasa “dimatikan” mata pencariannya, adalah salah satu ketidakenakan yang diterima Carrefour.

Lalu, kasus Carrefour Ratu Plaza, yang sebenarnya kesalahan pengelola gedung Ratu Plaza sendiri, juga salah satu kerugian yang diterima Carrefour.

Terakhir, Carrefour sedang dibuat tidak nyaman oleh Pemda DKI terkait pengeluaran izin di Blok M Square. hingga hari ini, PEMDA DKI, tidak memberikan izin buat Carrefour untuk memulai pengoperasian Carrefour. Padahal, barang-barang dagangan sudah masuk ke toko tersebut.

Carrefour adalah PMA. Jikalau satu buah PMA sudah dibuat tidak nyaman oleh pemerintah ataupun masyarakat, mungkin saja PMA lain ogah menanamkan modal dinegara ini. Bahkan, PMA lain juga sudah banyak yang angkat kaki dari Indonesia. Contoh, pabrik Sony, pabrik Reebok, sudah ogah menamkan modalnya di Indonesia. Kenapa bisa begitu? Entah lah, pemerintahan kita memang kurang bisa berpikir panjang. Jikalau akhirnya PMA banyak yang angkat kaki, termasuk Carrefour nantinya, pengangguran akan meningkat pastinya. Kalau sudah banyak pengangguran, maka pencurian, perampokan bahkan pembunuhan berantai yang dilandasi oleh kebutuhan perut, juga akan makin meningkat. Betul ga sih?

Tuesday, May 06, 2008

Karyawan Carrefour Ratu Plaza Yang Selalu Dikesampingkan

4 kali sudah Carrefour Ratu Plaza jl Jend. Sudirman-Jakarta terserang gas beracun. Dan kita pasti berpikir, "Tolol kok dipelihara."

Sekilas, sudah 4 kali kena serangan gas beracun, Carrefour tidak mau juga pindah ke toko lain, terlihat seperti ketotolan akut. Penyakit keras kepala stadium 4. Tapi, secara bisnis, ada beberapa faktor kenapa Carrefour tidak mau pindah.

1. Ratu Plaza adalah posisi strategis buat hypermarket. Pusat kota adalah a big no no jika melihat peraturan tata kota di kota besar khususnya di negara maju. Sedangkan di Indonesia, belum terlalu diurusi. Yang penting ada duit, bisnis lancar.

2. Ratu Plaza termasuk murah. Menyewa tempat di gedung Ratu Plaza, apalagi di kawasan jalan J. Sudirman adalah tergolong murah. Makanya Carrefour tidak bergeming ketika diminta untuk pindah karena murahnya itu.

3. Saingan terdekat, Grand Lucky. Carrefour Ratu Plaza sangat dekat posisinya dengan salah satu Hypermarket yaitu Grand Lucky. Artinya, dia sedang head to head dengan Grand Lucky yang posisinya bersebrangan. Nah, disini kenapa Carrefour tidak ingin kehilangan pelanggannya jika Carrefour pindah dari Ratu Plaza Building.

4. Pelanggan Ratu Plaza kebanyakan bule atau ekspat. Dan mereka kalau belanja tidak tanggung-tanggung. Berbeda dengan pelanggan nasional yang kantongnya berisi uang Rupiah. Kalau belanja masih kebanyakan mikir alias pelit.

Melihat keuntungan-keuntungan yang didapat, secara bisnis, pasti ogah pindah ke lain tempat. Tapi secara kemanusiaan, Carrefour harus berpikir ulang. Memang pelanggannya tidak ada atau sedikit yang terkena dampak kekurangan oksigen. Tapi karyawannya yang selalu terkena akibatnya. Karyawan Carrefour harus mengevakuasi pelanggan, otomatis, para karyawan akan keluar terakhir dan terkena sialnya.

Teman saya bilang, karyawan adalah aset perusahaan, soalnya kalau sampe ada yang sakit, sama saja kaya mesin pabrik yang rusak. Pabriknya jadi tidak produksi.

Karyawan adalah pelanggan yang setia juga. Banyak yang ogah belanja ditempat lain karena jika si karyawan belanja di tempat kerjanya sendiri, walaupun sedikit, dia sudah menambah sales toko tempat kerjanya. Jika sales tokonya meningkat, otomatis dia bisa mendapatkan kenaikan gaji.

Karyawan adalah marketing gratisan. Karyawan Carrefour atau kerabatanya sering ditanyai, "Eh, di Carrefour ada yang lagi murah ga?" Nah, kalau dijawab ada, secara tidak langsung, Karyawan Carrefour tersebut adalah billboard yang berjalan.

Melihat hal-hal diatas, Carrefour sudah seharusnya berpikir kembali untuk meneruskan sewa di Gedung Ratu Plaza atau berhenti. Jangan karena alasan bisnis, karyawan disampingkan.

Kategori

info (205) foto (133) komentar ga penting (128) fotografi (123) Technology (104) Kantor (95) website (88) blog (84) Jakarta (78) comic strip (75) bisnis (71) karir (51) suara hati (51) senda-gurau (50) wisata (38) Bekasi (37) Internet (34) manajemen (31) kuliner (22) selebritis (21) soccer (21) Navision (20) iklan (14) kasus (14) sql server 2005 (13) buku (11) Greeting (10) movie (10) komik strip (9) novel (9) programming (9) televisi (9) Banjir (8) VCD/DVD (8) kopi (8) Vanessa (7) billiard (7) hypermarket (7) bogor (6) kesehatan (6) rumah (6) old document (5) Terios (4) basket (4) guru (4) Axapta (3) bioinformatika (3) azure (1)

My Instagram