Showing posts with label buku. Show all posts
Showing posts with label buku. Show all posts

Friday, August 29, 2008

Jujur



Kalau lihat foto ini, pasti kita akan berpikir, "Ah... Itu sih gampang. Gue juga bisa."

Kira-kira bisa apa yah? Bisa karena memang kita jujur? Atau bisa karena kita bisa berpura-pura jujur?

Sebetulnya, syarat calon karyawan adalah jujur, itu tidak cuma buat SPG, tapi semua. Jadi, kalau ada iklan lowongan,
DICARI
PROGRAMER, SYARAT:
JUJUR
TANGGUNG JAWAB

Pasti akan sedikit calon pegawai yang terseleksi. Karena yang ada pasti pura-pura jujur, ngaku jujur padahal setengah ngibul. Bisa bahasa Phyton, memang bisa, tapi cuma bikin perintah untuk mencetak "Hello world" saja. Giliran disuruh implementasikan sebuah algoritma ke bahasa Phyton, belum tentu bisa. Padahal di CV tertulis,
Capable of: Phyton, Perl, Ruby, C# and so on and so on and so on...

Begitupun dengan mencari sosok pimpinan yang ideal. Menurut polling majalah SWA, sosok pemimpin yang dibutuhkan oleh anak buahnya, bukanlah intelejensia, ahli mempimpin, ataupun dekat dengan karyawan, bukan. Nomor satu yang diinginkan dari anak buah terhadap pimpinannya adalah: JUJUR.

Banyak cerita dimana orang-orang sering pura-pura jujur atau tidak jujur ketika mencari pekerjaan. Bahkan ada orang yang mengaku ketika diwawancara, "saya bisa dan mengerti keuangan". Tapi, setelah diterima, langsung ngaku, "Pak, maaf, saya sebetulnya tidak bisa keuangan. Eee... Bisa sih, tapi bisa sedikit. Karena itu, saya minta 2-3 bulan untuk mempelajarinya." Gubrak! Alasannya dia tidak jujur adalah kalau sudah keterima, ngaku bukan masalah, karena ga bakal ditendang mengingat bagi perusahaan untuk cari orang lagi adalah tidak gampang dan tidak murah.

Ngomong-ngomong soal jujur ataupun pura-pura jujur, buku BLAKANIS karangan Arswendo Atmowiloto sangat bagus untuk dibaca. Topik utamanya soal kejujuran.

Saya akan mengetik ulang alias mengutip kata-kata yang ada dibuku BLAKANIS halaman 93-94 tentang kejujuran:

MUSUH UTAMA KEJUJURAN BUKANLAH KEBOHONGAN, MELAINKAN KEPURA-PURAAN. BAIK PURA-PURA JUJUR ATAU PURA-PURA BOHONG.

*

Kira-kira, dengan berpura-pura jujur, kita mengingkari kejujuran. Kalau kita bohong, kita bisa meralatnya ketika kita di blaka. Tapi ketika kita berpura-pura, kita lupa bahwa sebenarnya kita sedang berpura-pura.

*

Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan aku percaya kepada Tuhan, beriman kepada Tuhan, kalau aku tak mulai dengan jujur?

Monday, August 11, 2008

Mario Teguh, Si Manusia Super

Tokoh yang satu ini sekarang lagi naik daun. Mario Teguh namanya. Bapak berkepala plontos dan kinclong ini muncul di dua saluran televisi, O Channel dan Metro TV.

Mario Teguh, yang mengklaim sebagai motivator, selalu menjual 1 kata yaitu “super”. Entah maksudnya apa, apakah kita harus menjadi super dalam segala hal, menjadi super dalam berbisnis, menjadi super dalam memukul lawan, menjadi super dalam menelan kawan untuk kesuksesan, entah lah.

Melihat orang seperti ini, entah kenapa, saya selalu berpandangan sinis. Kenapa? Karena kata-kata yang diungkapkan itu sebetulnya dari dulu juga ada. Dan dengan lihainya, Mario Teguh mengemasnya lagi dan menambah-nambahi sehingga menjadi barang dagangan yang laku dipasar. Kalau kata orang bilang, “Barang lama kemasan baru.”

Walaupun begitu, saya tidak bisa menganggap apa yang dikerjakan Mario Teguh adalah salah. Jelas tidak. Apa yang dilakukan dia sangatlah bagus. Bagus karena orang-orang sudah banyak meninggalkan ajaran agamanya ketika sudah berhadapan dengan kerjaan, dengan karir, dengan bisnis, dengan bos, dengan anak buah. Semuanya hilang. Yang muncul adalah kebon binatang. Adalah maki-maki yang berefek negatif. Dan akan tersadar kembali ketika berhadapan dengan Yang Maha Kuasa dalam doa, dalam Gereja, dalam tempat ibadahnya.

Apa yang dilakukan Mario Teguh sebetulnya sama dengan apa yang dikerjakan para pengkotbah, ustadz, pendeta namun yang menusuk langsung ke orang-orang yang lebih care, lebih peduli, lebih meng-agama-kan pekerjaannya. Kalau saya perhatikan, apa yang diucapkan oleh Mario Teguh, bisa dibilang 90% sama dengan apa yang tertulis oleh Alkitab(Injil). Hanya saja dikemas menjadi barang berjudul: motivasi diri, motivasi pribadi, motivasi berbisnis dan derivatif motivasi-motivasi lainnya.

Jadi intinya, Mario Teguh menjual filosofi-filosofi berbagai macam agama, filsuf terkenal, dikoneksikan dengan kondisi bisnis, kondisi manajemen yang ngetren kemudian dikemas sebagus mungkin untuk menjadi barang bekas berkualitas satu. Ya... Macam The Secret gituh... Tapi beda jurusan.

Kira-kira itu pendapat saya tentang Mario Teguh. Pembaca SUPER punya pendapat lain? silahkan disanggah dengan komentar yang SUPER…

Wednesday, August 06, 2008

Bilangan Fu, Sensasional

Baru baca 96 halaman Bilangan Fu, saya sudah merasakan sensasi yang luar biasa dari buku ini. Pemilihan kata-kata yang variatif, semakin memberikan pelajaran pada saya untuk menggali kata-kata yang sangat banyak di khasana bahasa Indonesia. Padahal, ketika membelinya, saya tidak ada niatan untuk memilikinya. Hanya karena saat itu dirudung euforia sesaat akan sastra, saya membeli buku-buku sastra yang mungkin saja berbobot dibanding saya membeli novel 'asal'. Jadi, tanpa pertimbangan yang matang, dengan sedikit perhitungan karena memang lagi diskon, saya membeli buku karangan Ayu Utami berjudul Bilangan Fu.

Ketika membacanya, karena buku ini memakai sudut pandang pertama, saya selalu menganggap Yuda, tokoh utama dari buku ini sebagai perempuan, karena jelas, si pengarang adalah perempuan. Tapi saat sadar, dari keterhanyutan akan bagusnya novel ini, saya kembali memfokuskan kalau tokoh yang saya baca adalah pria. Dari sini saya berpikir, seorang wanita, membuat kisah fiksi dari sudut pandang pria, benar benar luar biasa. Ayu Utami sungguh lihai.

Saya tidak akan bercerita panjang lebar lagi soal Bilangan Fu. Lebih baik anda membacanya, atau meminjam kalau tidak punya uang, berhubung mahal. Tapi kalau ogah keduanya, lebih baik baca ringkasannya di link-link ini:

Wednesday, July 09, 2008

Dadaisme Oleh Dewi Sartika: Kisah Pembunuhan Yang Fantastik

Oke-oke, ini memang buku lama. Tapi ga ada salahnya direview sedikit. Siapa tahu belum ada yang baca buku bagus ini.

Buku ini menceritakan...
Bukan menceritakan sih, tapi menelantarkan pembacanya pada sebuah stasiun keterkaitan yang disengaja habis-habisan. Penggalan kisah A, nyangkut di kisah B, disangkutin lagi di kisah C dan seterusnya. Dan keterkaitan itu dibenang merahi oleh sebuah malaikat kecil bersayap sebelah bernama Michail.



Dan tidak Cuma kisah yang penuh kebetulan, tapi juga penuh kisah pembunuhan karakter yang disengaja tapi halus dalam penuturan. Contoh:
“Aku mengambil pisau berlumur darah itu, lalu menyanyatnya pada pergelangan tangan kiriku, tepat di urat nadi. Seperti panas yang menjalar keluar dari bekas luka itu. Aku melihat darah yang warnanya tidak bisa kulihat karena keremangan gelap, memancar keluar seperti air mancur.
[…]
“pada dasarnya aku tidak pernah mengerti mengapa manusia saling membunuh, apa pun alasannya,” ujar Michail yang kepak sayapnya terdengar begitu pilu.
Aku benar-benar ingin tidur dulu.

Dan beberapa penuturan pembunuhan karakter yang elegan lainnya.

Dengan demikian, Dadaisme karangan Dewi Sartika, kalo boleh saya beri nilai, adalah...

B+ !!!

Bagus banget.

Tuesday, July 08, 2008

Nama Anak Dari Tokoh Filsafat? Jangan Banget

Semenjak saya bakalan memiliki seorang anak… eh, seorang putri, saya selalu mencari-cari nama yang cocok. Tiap baca majalah, khususnya majalah ibu dan anak seperti Ayahbunda, Parenting, Parents, Mother & Baby, saya selalu memperhatikan nama-nama yang kira-kira enak didengar dan tidak sulit diingat.

Tapi, dari semua nama yang saya temui. Jarang sekali saya menemukan nama yang nyangkut dengan tokoh-tokoh filsafat. Entah mereka takut anaknya jadi akan dianggap setengah gila, seperti nasib-nasib para filsuf terkenal atau memang ga tahu sama sekali.

Setelah saya membaca dua buku ini, buku komik tepatnya, FILSUF JAGOAN 1 &2 karangan Fred Van Lente dan Ryan Dunlavey





...Ternyata memang benar, seorang nama anak jangan diambil dari nama filsuf. Berabe urusannya ntar. Plato, Nietzsche, Ayn Rand, Sigmund Freud, Thomas Jefferson dan beberapa tokoh filsuf lainnya bisa dibilang bernasib kurang beruntung diakhir hanyatnya. Ditengah hanyatnya pun juga beberapa filsuf bernasib kurang baik. Dengan gambaran seperti ini, tentu saja orang tua ogah nasib anaknya bisa sama dengan para filsuf tersebut.

Monday, July 07, 2008

2 Tokoh Yang Mewarnai Jakarta: Benny & Mice

Judul diatas sedikit memelesetkan buku baru yang saya beli di pesta buku 2008 kemarin, 100 tokoh yang mewarnai jakarta yang dikarang oleh the two and the only: Benny Rachmadi dan Mohammad Misrad.



Dan pada kesempatan ini, saya bukan ini mau review buku warna-warni jakarta ini, tapi ingin pamer kalau ini adalah kali pertama saya mendapatkan tanda tangan buku dari pengarangnya langsung!



Hehehe… ketika saya meminta tanda tangan kepada salah satu pengarang + kartunis, Mohamad Misrad, saya mengajukan beberapa pertanyaan:

kok Cuma sendiri pak?

Iya, yang satunya lagi sibuk (senyum).

berapa lama bikin buku ini pak?

4 bulan mas.

Setelah ditanda tangan, saya memohon untuk pak Misrad menggambar diri saya. tapi dia menolak dan menggambar dirinya (bisa dilihat difoto). Setelah itu, saya bersalaman dan pulang dengan hati senang. Senang untuk kali pertama bisa bertemu seseorang yang terkenal, terlebih dia adalah seorang kartunis yang saya idolakan.

Thursday, June 26, 2008

Tentang Buku Ga Penting (Tapi Laku)

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat jalan-jalan ke Gramedia untuk menunggu istri saya keluar dari kantor. ketika liat-liat buku yang baru terbit maupun buku lawas tapi tetap nangkring, saya menemukan beberapa buku yang cukup menyita perhatian saya. Bukan sastra, bukan. Tapi buku-buku yang diklaim buku laris tapi kalau saya bilang adalah buku sampah.

Pertama, Istri-istri soeharto. Ini benar-benar buku yang tidak penting dan sangat tidak perlu dibaca. Isinya banyak mengutip dari sebuah blog dan ditambah-tambahi dari koran-koran. Buku ini jadi seperti kliping tentang kehidupan pak Harto yang pernah dekat atau pernah menyimpan Rahayu Effendi. Padahal, cerita tentang Rahayu Effendi adalah cerita basi. Dan kenapa bisa ditaruh dirak buku laris?

kedua, buku berjudul Tolong, xxx bikin saya gokil. Ini juga sama. Buku yang benar-benar ga penting. Sangat tidak penting. Buku ini hanya berisi testimonial teman-teman sipengarang dan dibukukan! Edan! Dan ada yang tersenyum pulak ketika pengunjung gramedia melihat cover depannya! Sekali lagi, edan tenan.

Ketiga, buku yang bertemakan cara kaya dari Adsense. Ini buku yang ga penting banget menurut saya. Hanya menerjemahkan step by step memasang google adsense lalu dibukukan? Aneh tapi nyata.

Tapi, gara-gara ketiga macam buku diatas, saya jadi kepikiran, "Gue juga bisa bikin kayak begitu mah..."

Nah, sekarang saya lagi coba bikin tulisan yang rada panjang dan ga penting siapa tau mau ada yang nerbitin dan laku. Topiknya apa, saya juga lagi pikir-pikir kembali kira-kira yang laku itu seperti apa. Doain aja semoga semangatnya ga luntur dan lekas selesai ^__^v

Monday, July 02, 2007

Pareto 80-20 vs Mindset Sukses Kebebasan Finansial

Coba melanjutkan review mindset sukses-nya Ibu Jennie, tiba-tiba saya berhenti di halaman 25. saya menemukan poin penting ini:

Buku ini memaparkan startegi-strategi jitu menuju kebebasan finansial, namun perbedaan buku ini dengan buku-buku serupa lainnya adalah: perubahaan diri dari dalam merupakan kunci dari semua perubahaan kepemilikan materi yang akan anda rasakan.

Dengan kata lain, dengan spirit sukses yang besar dari dalam, maka kebebasan finansial sudah menjadi sesuatu yang pasti dialami. Tidak perlu lagi dicari jauh-jauh. Anda bisa menjadi kaya secara finansial jika anda memacu diri dengan satu alasan saja mengapa anda perlu mengeluarkan diri yang sukses dari dalam itu supaya terproyeksikan ke luar.

Sampai disini, Sebetulnya saya sudah mengerti poin dari buku Mindset Sukses secara keseluruhan. Intinya adalah: Janganlah serakah. Pikirkan untuk memenuhi kebutuhan(need) saja, bukan keinginan(want). Setelah anda menyetel pikiran itu, paksakan naluri/jiwa anda juga untuk selaras dengan pikiran anda. Jika sudah selaras, anda sudah berhasil menjadi orang sukses. Artinya, jika anda hanya membutuhkan sepeda(kayuh) untuk pergi kekantor yang Cuma 2 kilometer, ya sudah, seting pikiran anda bahwa jika anda sudah memiliki sepeda maka anda akan sama seperti multijutawan Sergey Brin dan Larry Page sang pemilik Google. Selesai.

Nah, berhubung saya baru menyelesaikan 20% dari isi buku dan mengetahui poinnya, apakah saya bisa mengikuti Teori Pareto 80-20 dengan berhenti membaca? Hmmm... sepertinya jangan. Teruskan membaca. Sebab dalam buku ini dibilang:

Anda perlu membaca buku ini dengan cara yang sama Anda melihat "gajah secara keseluruhan," bukan dalam bagian-bagiannya. Anda perlu perlu melihat si gajah bukan hanya belalainya saja, bukan hanya kakinya saja, dan bukan hanya ekornya. Namun anda perlu melihat gajah lengkap dengan gayanya berjalan yang menggetarkan bumi, dari poin A ke poin B.

Seperti Tantowi Yahya juga bilang, Makin banyak baca makin banyak tahu. Tidak banyak baca, makin dekat anda dengan kekayaan. Loh? Kok jadi nyinggung lelucon insiyur dan pengusaha? Halah.. ga penting. Baca baca!

Saturday, June 30, 2007

Mindset Sukses Kebebasan Finansial



Sudah seminggu mendapatkan eBook Mindset Sukses Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial(langsung dikirim oleh Ibu Jennie ke email saya, terima kasih banyak) dan baru tadi malam saya membacanya. Maaf ya Ibu Jennie. Bukannya sombong atau angkuh atau sok ga ada waktu. Habis halamannya banyak sih. Karena kebiasaan quick reading blog teman-teman maka lihat tulisan yang panjang-panjang langsung agak-agak gimanaa gitu. Maaf sekali lagi ^_^ V

Membaca bab 1 buku Ibu Jennie Mindset Sukses Jalur Cepat Menuju Kebebasan Finansial, membuat saya jadi malu sendiri. Mengenai warga Indonesia yang merantau dan bekerja di Luar Negeri, Ibu Jennie mengatakan seperti ini, “...hasil dari merantau tidak bisa digeneralisasikan pada setiap orang. Ingat bahwa tidak semua orang perantau bisa mengalami kesuksesan hanya karena semata-mata merantau. Serta, apa yang saya alami bukanlah sesuatu yang universal. Kebetulan saja saya mendapatkan pencerahan soal "rahasia sukses" ini ketika mengalami masa-masa susah di tanah asing ini, yang dirasakan puluhan kali lipat lebih sulit dibandingkan dengan apabila dialami di tanah air.”

Sedangkan, pada tulisan Pekerja IT Indonesia, saya menuturkan "kebalikannya" seperti tertulis, “Mengenai informasi, sejujurnya tidak bisa disalahkan kepada pekerja IT lokal saja yang enggan mencari-cari info pekerjaan di luar negeri. Tapi ini juga menyangkut sikap dari orang-orang indonesia yang sudah bekerja di luar negeri. Lulus kuliah, dapat pekerjaan dan setelah mapan, mereka enggan untuk membantu rekan-rekannya di Indonesia. Jika para pekerja IT overseas itu sadar bahwa bekerja diluar bisa membantu mensejahterakan bangsanya sendiri, seharusnya mereka mau menyediakan waktunya untuk membuat sebuah portal informasi pekerjaan IT yang berinformasikan tips n trik untuk testing(dan dijamin lulus) maupun biaya-biaya akomodasi yang harus dikeluarkan secara rinci.”


Ok, my bad. Tapi, Ya… sejujurnya tidak 100 persen salah(masih sempet-sempetnya ngelak *dzigx* [@_#] ).

Ternyata hidup merantau dan bekerja diluar tidak segampang yang dikira. Seolah saya melihat orang yang sudah bekerja diluar pasti jadi mapan, "Wuih, gajinya dah dolar bo! Gwede dong!" Padahal belum tentu. Seperti yang Ibu Enny utarakan juga di komentar Bisnis TI Indonesia dan investor :
"Kalau udah membandingkan gaji, apalagi dengan gaji di luar negeri saya suka bingung...bagaimana cara membandingkannya? Kalau berbagai valas dengan rupiah, sudah ada aturannya. Kebetulan pacar anakku kuliah dan sekarang nyambi kerja di Miami, gaji dia 62,000 USD/pa...tapi kan pajaknya langsung dipotong, belum dia harus membayar angsuran ke Iowa (karena biaya kuliah berupa Loan). Sewa apartemen kosong 1,000 USD per bulan...bayangin tinggal berapa, benar-benar harus hemat..."

Well, cukup segini dulu reviewnya. Baru sempat baca bab 1. Untuk pembahasan lebih jauh, ditunggu saja(ga perlu buru-buru, wong kontes reviewnya dah lewat kok ^_^ ).

Note:
Kutipan dari buku mindset sukses adalah ketikan ulang. Ternyata PDF-nya diprotek sehingga tidak bisa di copy paste. Good work.

Saturday, March 24, 2007

7in1 competition strategy


Bukan, bukan. Saya bukan sales dan tidak bermaksud untuk promosi buku. Saya Cuma mau anda untuk berhati-hati dengan benda ini, 7in1 strategy. Before you think to buy this book, think the price.
{Ya iya lah…}

Apa itu strategi 7in1?

7in1 strategy atau 7in1 business competition strategy adalah kerangka kerja yang menitikberatkan pemantauan kinerja kompetisi dari waktu ke waktu. Indikator jelas tergambar dalam parameter kompetisi 7in1 yang meliputi: penjualan; pangsa pasar; awareness pelanggan; citra pelanggan; kepuasan pelanggan; loyalitas pelanggan; stakeholder value(lewat profit); dan pertumbuhan. Parameter inilah yang secara berkelanjutan menyuguhkan posisi dan kemampuan bersaing perusahaan dipasar.

Siapa pengusung konsep ini?
Yang jelas adalah penulis buku 7in1 strategy Toward Global Competitiveness, Dr. Kand. Handito Hadi Joewono, President Arrbey Consulting.
Tag line yang ditebar oleh Mr K.H.H. Joewono dalam mendagangkan konsepnya adalah
Kompetisi itu indah, jangan dimatikan. Biarkan kompetisi tetap hidup, bahkan tidak perlu mempermasalahkan kompetitor yang terus maju, asalkan kita jauh lebih maju.


Nah… (tidak mau berpanjang-panjang, cape ngetiknya), bagi Anda penganut Blue Ocean Strategy(termasuk saya), sepertinya buku karya Tuan K.H.H. Joewono itu bukanlah bacaan yang pas mengingat Anda mengusung konsep,
Untuk berjaya di masa depan, perusahaan harus berhenti bersaing satu sama lain. Satu-satunya cara memenangi kompetisi adalah berhenti berusaha memenangi kompetisi. [hal 20]

Lalu, dengan harga bukunya yang Rp. 99.000,-, lupakan untuk membelinya. Lebih baik buat beli beras 15 liter. (Maklum, yang nulis blog = programmer kere).
Dan, cukup melihat definisinya, kita bisa menerka bahwa strategi 7in1 hanyalah perumusan konsep-konsep yang sudah ada menjadi sebuah barang dagangan baru.

Kendati demikian, filosofi-fiosofi yang terkandung dalam strategi 7in1 tetap bisa menambah pemikiran kita dalam berkompetisi. Baik di low level management maupun di medium or top level managment.

Sumber :
1.majalah SWA edisi 25/XXII/30 November – 10 Desember 2006
2.W. Chan Kim & Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy.
Sumber gambar :
1.Mockbert (dari kata mocking Dilbert) atau Dilbert, karya Scott Adam.
2.Jay, karya John Zakour & Kyle Miller dari komik stripnya Working Daze.

Thursday, March 08, 2007

Mengembangkan Aplikasi Java dengan Metode MVC

Kalau didalam perbukuan fiksi Indonesia ada Supernova yang ditulis sendiri, diterbitkan sendiri lalu didistribusikan sendiri, maka di dunia perbukuan IT, ada beberapa mahkluk JAVA GEEK* melakukan hal yang sama.
Adalah Frans Tamura dkk yang mencoba peruntungannya dari penerbitan buku mereka. Buku berjudul, “Cara Cepat Mengembangkan Aplikasi Java Enterprise dengan Metode MVC” yang diklaim sebagai Buku MVC pertama di Indonesia, telah siap didistribusikan.
Buku yang ditulis oleh Frans Thamura, Leo Heryanto, dan Endy Muhardin ini memiliki topik Bahasan sebagai berikut :

Bab 1, Mekanisme Pengembangan dalam Java dari MVC sampai AJAX
Bab 2, Berkenalan dengan Teknologi Viewer dalam MVC, Compile Time vs Run Time
Bab 3, Berkenalan dengan Hibernate untuk solusi Model pada MVC
Bab 4, Pemograman MVC dengan Controller WebWork/Struts 2
Bab 5, Pengembangan dengan IOC Menggunakan Spring Framework
Bab 6, Membuat Aplikasi Web CRUD dengan Cimande
Bab 7, Implementasi User Management dengan Filter dan Session
Bab 8, Manajemen Organisasi dengan Blueoxygen Cimande
Bab 9, BlueOxygen Postila, Solusi POS dengan Swing dan Hibernate
Bab 10, Mengembangkan Aplikasi Berbasis SOA dan Memperkenalkan Projek PASIR
Appendix A, Berkenalan dengan Java SDK dan Variannya
Appendix B, Memulai Pemograman Berbasis Java dengan Eclipse IDE (Calisto).
Untuk melakukan pemesanan, harap agar Anda bersabar sampai muncul situs promosinya.

Sebelum buku CCMAJEDMMVC ini muncul kepermukaan, sudah ada JAVA GEEK juga yang melakukan karang+terbit+distribusi sendiri dan blognya anda bisa lihat disini.
So, what are you waiting for? Go get IT dude…

[*] JAVA GEEK adalah penulis program komputer berbahasa JAVA setengah gila yang kalau bekerja sering lupa waktu.

Sumber: Milis JUG.

Kategori

info (205) foto (133) komentar ga penting (128) fotografi (123) Technology (104) Kantor (95) website (88) blog (84) Jakarta (78) comic strip (75) bisnis (71) karir (51) suara hati (51) senda-gurau (50) wisata (38) Bekasi (37) Internet (34) manajemen (31) kuliner (22) selebritis (21) soccer (21) Navision (20) iklan (14) kasus (14) sql server 2005 (13) buku (11) Greeting (10) movie (10) komik strip (9) novel (9) programming (9) televisi (9) Banjir (8) VCD/DVD (8) kopi (8) Vanessa (7) billiard (7) hypermarket (7) bogor (6) kesehatan (6) rumah (6) old document (5) Terios (4) basket (4) guru (4) Axapta (3) bioinformatika (3) azure (1)

My Instagram