Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

Friday, October 24, 2008

Keindahan Eropa

Biasanya, kalau lagi senggang dikantor, atau mengawali hari, saya buka Detik.com untuk mencari berita terbaru dan kompas.com untuk menikmati tulisan hangat dari Citizen Journalism: Siapa Saja, Menulis Apa Saja.

Pagi ini, saya mendapati sebuah tulisan yang cukup meneduhkan karena foto-fotonya yang indah sekali. Judulnya My Forest Fairy Tales, ditulis oleh Santiara dari Zürich.

Ada kalimat menarik yang dikatakan Santiara:
Karena hubungan baik saya dengan hutan, saya bisa mengerti dunia pikiran (the world of mind) JK Rowling, penulis Harry Potter, lebih baik dari seorang teman yang beberapa bulan lalu saya temui.

Langsung saya teringat oleh sebuah novel, karya anak bangsa dan filmnya lagi ngetop disini: Edensor. Dinovel Edensor, diceritakan kisah perjalanan Ikal keliling Eropa. Setelah melihat tulisan dan foto-foto Santiara, otomatis saya langsung membayangkan isi novel Edensor yang menurut saya bisa menggambarkan keindahan Eropa.

Saturday, September 06, 2008

Novel Blakanis Oleh Arswendo Atmowiloto

Sebelumnya, saya sudah menyinggung sedikit tentang buku Blakanis karangan Arswendo Atmowiloto ditulisan Jujur. Jika anda sudah membelinya, jangan berharap anda akan menemukan ketegangan-ketegangan seperti dinovel-novel pop pada umumnya. Blakanis tidak memberi kita hiburan. Novel ini berupaya untuk membuat kita merenung, apakah selama ini kita sudah jujur. Kalau belum, ya, dimulai dari sekarang. Kalau tidak, kembali ke anda lagi. Apa motivasi hidup anda.

Diawal, buku ini sangat enak dibaca. Penuturannya seperti seorang sastrawan sedeng yang meracau tidak karuan tapi terarah. Penggunaan tata bahasanya yang seenaknya, menjadikan buku ini bukan buku yang pantas untuk ditelaah secara ilmiah oleh peneliti sastra karena tidak ada nilai lebih. Tapi secara kandungan, buku ini sangat penuh dengan ajaran tentang (lagi-lagi) kejujuran. Mungkin Arswendo ingin mengetuk para pemimpin negara ini untuk hidup blaka alias terbuka dan jujur, sehingga kedamaian dibumi bisa tercipta dan terjaga hingga akhir hayat.

Buku ini juga mengajarkan kepada kita untuk mampu bersabar terhadap yang namanya rangsangan. Sedikit disinggung kisah Sangkuriang, seorang ibu muda yang didekati brondong, dan hampir saja mereka menyatu dalam kenikmatan. Tapi oleh sang pengarang, dibuat tidak terjadi apa-apa walaupun penuturannya sangat diharapkan oleh pembaca untuk terjadi satu menyatu dari balik pintu.

Penuturan yang diambil oleh Arswendo terhadap sang tokoh utama, Ki Blaka, seperti penuturan Yesus Kristus di Injil. Terbagi-bagi kedalam beberapa bagian, dan masing-masing bagian menceritakan awal dari dimulainya Blaka hingga akhir dari kehidupan Blaka yang meledak diatas helicopter. Dan pada bagian 2/3 terakhir, dikisahkan penuturan-penuturan pendek beberapa pengikut Ki Blaka yang kalau dipikir-pikir, juga mirip dengan beberapa kitab diakhir perjanjian baru yang pendek-pendek, tapi juga menceritakan kisah Yesus Kristus sendiri.

***

Buat yang ingin tahu lebih banyak tentang Desa Blakan, silahkan baca resensi dibawah ini:

Wednesday, August 06, 2008

Bilangan Fu, Sensasional

Baru baca 96 halaman Bilangan Fu, saya sudah merasakan sensasi yang luar biasa dari buku ini. Pemilihan kata-kata yang variatif, semakin memberikan pelajaran pada saya untuk menggali kata-kata yang sangat banyak di khasana bahasa Indonesia. Padahal, ketika membelinya, saya tidak ada niatan untuk memilikinya. Hanya karena saat itu dirudung euforia sesaat akan sastra, saya membeli buku-buku sastra yang mungkin saja berbobot dibanding saya membeli novel 'asal'. Jadi, tanpa pertimbangan yang matang, dengan sedikit perhitungan karena memang lagi diskon, saya membeli buku karangan Ayu Utami berjudul Bilangan Fu.

Ketika membacanya, karena buku ini memakai sudut pandang pertama, saya selalu menganggap Yuda, tokoh utama dari buku ini sebagai perempuan, karena jelas, si pengarang adalah perempuan. Tapi saat sadar, dari keterhanyutan akan bagusnya novel ini, saya kembali memfokuskan kalau tokoh yang saya baca adalah pria. Dari sini saya berpikir, seorang wanita, membuat kisah fiksi dari sudut pandang pria, benar benar luar biasa. Ayu Utami sungguh lihai.

Saya tidak akan bercerita panjang lebar lagi soal Bilangan Fu. Lebih baik anda membacanya, atau meminjam kalau tidak punya uang, berhubung mahal. Tapi kalau ogah keduanya, lebih baik baca ringkasannya di link-link ini:

Saturday, June 14, 2008

Sure lof, it’s Edensor…

Hi there…
if you want to date me, all you have to do….

Just…
Ask…

Much love

Katya


- - -

Gimana rasanya yah kalau saya mendapatkan email dari seseorang yang cantik, mempesona dan pintar seperti Katya?

Aduh.. Ga tau deh… Bingung pastinya. Kalau Ikal bilang, seperti menghirup Helium lalu tubuhnya menggelembung dan melayang-layang.

Anyway, itu adalah bagian yang bikin saya jadi “klik” untuk meneruskan membaca novel Edensor. Pada awalnya saya mulai kurang berminat terhadap novel ini karena tokohnya tidak mewakili orang yang tertindas lagi. Novel ini seolah-olah ingin pamer kalau pengarangnya pernah kuliah S2 di luar negeri dan saya harus membaca omong-kosongnya. Tapi si penulis ternyata pintar juga. memasukan romantis picisan, plus olahan kata-kata yang lincah, jadilah cerita ini jadi menarik untuk disimak. Dan tipping point-nya adalah ketika Ikal menerima durian runtuh, disukai cewek primadona.

Secara keseluruhan, novel ini memang bagus, tapi masih kalah bagusnya dengan yang pertama. Dan secara cerita, kalau menurut saya, dan maaf buat para penggemar Andrea, terlalu datar. Tapi Andrea cukup jeli untuk mengkaitkan mimpi-mimpi yang ada dibuku kesatu dan kedua lalu dijawab dibuku ketiga ini.

Akhir kata, keren lah.

“Sure lof, it’s Edensor…”

Friday, June 06, 2008

Haris del Hakim, My New Idol Writer

Setelah membaca novel "Kau Nodai Cintaku", saya langsung mendaftarkan Haris del Hakim sebagai penulis idola saya. Kalau sebelumnya, Pramoedya Ananta Toer sebagai idola-idola-idola-idola saya, lalau Seno Gumira Adjidarma sebagai idola-idola-idola saya, kemudian Putu Wijaya adalah idola-idola saya, dan terakhir Andrea Hirata sebagai idola saya, kini bertambah satu penulis idola: Haris del Hakim.

Sejujurnya, cerita yang dikarang Haris del Hakim dibuku Kau Nodai Cintaku tidak terlalu istimewa. Tapi yang saya kagumi adalah teknik menulisnya yang kalau boleh saya nilai = 8 dari 10:
Standar,
patuh aturan,
sedikit puitis dan
tidak terlihat norak.

Sayangnya, buku Kau Nodai Cintaku tidak tepat pemilihan judul. Sentral cerita buku Kau Nodai Cintaku adalah si Wibi, yang diujung cerita memilih tidak mencintai siapapun. Tapi kenapa judulnya "Kau Nodai Cintaku" seolah-olah si Wibi yang di nodai cintanya oleh wanita-wanita. Aneh memang.

Begitu pun dengan pemilihan sampulnya. 2 tokoh wanita yang digambarkan oleh si penulis sangatlah alim dengan sering menggunakan jilbab. Tapi kenapa sampulnya malah memperlihatkan wanita yang memakai baju seksi?

Ah, mungkin itu memang kesalahan dari redaksi. Si penulis pasti tidak punya urusan soal sampul dan pemilihan judul. Bagaimanapun, tulisan Haris del Hakim boleh juga. Dan cukup memikat.

Monday, June 02, 2008

Antara Sang Pemimpi dan Babakan Fakultas IPB

Auuffhh... auffhh... auuffhh... auffhh...

Kalau yang sudah baca, pasti tahu apa maksud barisan kata-kata diatas. Ya, tidak sampai 2 minggu, saya menyempatkan untuk membaca buku kedua tetralogi Laskar Pelangi yaitu Sang Pemimpi.

Novel yang dianggap sebagai sebuah lantunan kisah kehidupan yang memesona dan akan membuat Anda percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, akan membuat Anda percaya kepada Tuhan ini memang cukup memikat saya. Tapi kadar memikatnya jadi sedikit berkurang dibanding novel yang pertama. Mungkin kadar kelucuan dan kadar saintifiknya sedikit berkurang.

Novel ini adalah karya kedua Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Juli tahun 2006. Dalam novel ini Andrea menarikan imajinasi dan melantunkan stambul mimpi-mimpi dua anak Melayu kampung: Ikal dan Arai. Di novel ini juga Andrea membuang jauh-jauh 10 tokoh Laskar Pelangi. Jadi menurut saya, novel ini bisa dibaca secara terpisah.

Membaca Sang Pemimpi sekaligus membuat saya bernostalgia dengan kehidupan di Bogor. Diakhir-akhir cerita, Andrea Menceritakan kisahnya yang nyasar di kota Bogor dan akhirnya tinggal di Babakan Fakultas. Sebuah lembah intelektual karena diisi oleh mahasiswa-mahasiswa berkantong kempes karena kos-kosan yang murah-meriah. Babakan Fakultas, atau biasa disebut Bafak, sangat penuh dengan kesan ketika saya bergumul dengan tugas-tugas kuliah, persiapan ujian dan sebagainya. Ah, Bogor... Kota sejuta angkot yang mengangenkan.

Wednesday, May 21, 2008

Sebuah Novel Cintapuccino

Tukang ketik baca chicklit?? Bagaimana datang?? How come???

Abis mau gimana... Liburan ga kemana-mana... Jadi, baca novel adalah sulosi terbaik.

Sebetulnya ini novel lawas, terbit tahun 2004. Saya sendiri juga dah lama belinya. Tapi keburu jadi kado buat ex-pacar saya sebelum dibaca. Dan baru kemarin saya baca karena ex-pacar udah jadi istri, hehehe...

Cintapucinno itu ternyata bagus juga. Biarpun bacaan khusus cewe, sebetulnya Cintapucinno perlu juga dibaca oleh cowo. Tujuannya bukan lain biar bisa memahami isi hati perempuan itu seperti apa.

Sayangnya, ending novel Cintapucinno kurang greget. Tiba-tiba Nimo dan Rahmi memutuskan menikah tanpa memperjelas status Rahmi dengan Raka.

Tapi, ada satu yang menarik dari novel ini. Karena kebetulan saya baru selesai menonton serial Grey's Anatomy session 3, ada bagian yang mirip antara Cintapuccino dengan Grey's Anatomy(GA). Bagian yang tiba-tiba salah satu pihak memutuskan untuk tidak jadi menikah. Di GA, Preston Burke memutuskan untuk membatalkan pernikahan dengan Cristina Yang karena tahu Cristina bakal tidak mencintai dirinya yang lebih mencintai pekerjaannya sebagai ahli bedah. Sedangkan di Cintapuccino, tokoh Raka memutuskan untuk membatalkan pernikahan dengan Rahmi karena tahu Rahmi masih mencintai Nimo.

Nah, buat yang belum baca, silahkan baca. Tapi kalau malas, silahkan nonton vcd-nya saja.

Oh, resensinya mana?
nih... Baca sendiri:
Resensi 1
Resensi 2
Resensi 3

Wednesday, May 14, 2008

Laskar Pelangi, "Superb"

Pramoedya A. Toer pernah membuat komentar terhadap buku karangan Ayu Utami yaitu Saman dengan hanya membaca 2 halaman pertama. Setelah itu, dia ogah meneruskan membacanya. Tapi komentarnya langsung dianggap sebuah komentar yang bagus dan dipajang di halaman pujian buku Saman.

Saya coba mengikutinya. Hanya membaca 20 halaman Laskar Pelangi saja, kemudian memberi komentar. Alhasil, komentar saya diserang oleh sebagian pembaca blog ini, hehehe...

Anyway, tadi malam saya sudah menyelesaikan novel Laskar Pelangi. Dan saya takjub dengan novel tersebut. "Superb" lah kalau orang jawa bilang.

LP memiliki kelebihan dalam membuat metafora. Metafora-metafora yang ditonjolkan sangatlah ilmiah alias saintifik. Lebih hebatnya lagi, metaforanya itu tidak menerangkan, tapi lebih menceritakan. Jadinya lebih enak dibaca. Tidak terkesan menggurui.

Dari bukan cerpenis atau novelis yang tidak pernah terdengar, tiba-tiba muncul seorang Andrea Hirata membuat geger sastra Indonesia. Salut deh kalo gitu. Semoga fenomena Andrea Hirata bisa diikuti oleh orang-orang biasa lainnya dikala novel-novel di toko buku kebanyakan novel pop yang gitu-gitu saja.

Akhir kata, saya tidak akan melanjutkan review Laskar Pelangi secara sudah banyak yang bikin. Silakan yang penasaran dengan Laskar Pelangi untuk mengunjungi blog-blog dibawah ini:
Laskar Pelangi
Laskar Pelangi : Out Of Blue
Laskar Pelangi: Indonesia’s Most Powerful Book
Laskar Pelangi by Rasyid
Tentang Tetralogi Laskar Pelangi

Tuesday, April 22, 2008

Laskar Pelangi Yang Tidak Terlalu Istimewa

Siapa yang tidak tahu dengan novel Laskar Pelangi? laskar pelangi ini adalah cerita nyata di belahan nusantara Indonesia tepatnya di Belitong karangan Andrea Hirata. Buku ini adalah buku pertama dari tetralogi yang bercerita tentang kehidupan pribadi sang pengarang. Andrea yang sering dipanggil si Ikal oleh teman-temannya adalah salah satu anggota Laskar Pelangi, kelompok 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadyah.

Buku ini sukses besar di Indonesia. Novel yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005 ini dikabarkan akan dibuat filmnya oleh Riri Riza.

Namun, dibalik kesuksesan Laskar Pelangi, saya menganggap novel ini tidak terlalu istimewa. Baru membaca 20 halaman saja, saya melihat tidak ada yang spesial dari buku ini. Gaya bahasanya terlalu bermain aman sehingga sama saja dengan gaya bahasa pengarang sastra lainnya. Tidak berani memberontak dari gaya bahasa sastra yang ada. Begitupun dengan time frame-nya. Tidak jelas sepertinya kapan cerita itu dibuat dan terjadi sehingga ada bagian kisah yang dianalogikan dengan peristiwa terkini, dan membuat saya jadi bingung, ini kisah jaman sekarang atau kisah Andrea sewaktu kecil.

Kehebatan dari cerita ini sepertinya terletak dari penggunaan referensi yang kuat. Banyak kisah-kisah dikaitkan dengan referensi yang jelas dan ilmiah. Mungkin hal ini beralasan karena si pengarang memang seorang terpelajar yang terbiasa menulis jurnal atau karya ilmiah karena Andrea sendiri adalah seorang lulusan S3.

Demikian komentar singkat saya tentang Laskar Pelangi yang novelnya belum lama ini saya beli seharga 30 ribu (maaf, bajakan ^_^ ).

Untuk mengetahui komentar pembaca Laskar Pelanginya, mungkin bisa membaca tulisan blogger2 ini:
Catatan Tengsin untuk Andrea "Ikal" Hirata
Laskar Pelangi (oleh Sanny)
Jimi dan buku lagi!

Kategori

info (205) foto (133) komentar ga penting (128) fotografi (123) Technology (104) Kantor (95) website (88) blog (84) Jakarta (78) comic strip (75) bisnis (71) karir (51) suara hati (51) senda-gurau (50) wisata (38) Bekasi (37) Internet (34) manajemen (31) kuliner (22) selebritis (21) soccer (21) Navision (20) iklan (14) kasus (14) sql server 2005 (13) buku (11) Greeting (10) movie (10) komik strip (9) novel (9) programming (9) televisi (9) Banjir (8) VCD/DVD (8) kopi (8) Vanessa (7) billiard (7) hypermarket (7) bogor (6) kesehatan (6) rumah (6) old document (5) Terios (4) basket (4) guru (4) Axapta (3) bioinformatika (3) azure (1)

My Instagram