Showing posts with label rumah. Show all posts
Showing posts with label rumah. Show all posts

Friday, August 17, 2018

River View House alias Rumah Pinggir Kali

River View House alias Rumah Pinggir Kali itu gak cuma milik perumahan mewah.

Di Cakung ini bisa kita dapati rumah dengan pemandangan langsung ke sungai atau kali.

Saturday, July 14, 2018

Trik Mengakali Meteran Air Agar Tidak Dijaili

Halo sahabat, saya ada Trik Mengakali Meteran Air Agar Tidak Dijaili anak anak kecil. Biasanya kalau diperumahan cluster, meteran air akan terpapar di halaman depan dan anak kecil sula sekali memutarnya.

Caranya, pakai botol air mineral bekas, kita buat 2 lubang di kedua sisi, lalu selipkan.

Jadi deeh...

Wednesday, April 17, 2013

Tips membeli rumah

Membeli rumah memang tidak mudah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Cek dulu sebelum membeli. Caranya? Lihat rumah contoh disaat hujan. Jika ada rembesan(seperti gambar dibawah ini), berarti kontraktornya kurang bagus.

2. Jangan beli rumah dengan ada tembok disisi samping. Kalau bisa, cari yang menempel full kiri-kanan. Tujuannya, mengurangi kedapatan tembok yang merembes seperti gambar dibawah.

3. Jangan mudah terbuai omongan sales jika kedapatan rumah contoh merembes lalu meluncur sejuta alasan bahwa akan dibenerin, yang baru tidak akan ada dst.

Itu dulu. Selamat membeli rumah.

Wednesday, March 02, 2011

Janji Bodong Developer

rumah 28 Februari, adalah hari terbesar dalam hidup saya dan keluarga. Saya pindahan rumah. Menempati rumah baru.

Memiliki rumah baru, ternyata banyak suka dan dukanya. Sukanya, kita tidak lagi dipusingkan dengan bayar kontrakan atau alasan-alasan juragan kontrakan untuk mengusir kita. Sedangkan dukanya, kita dipusingkan oleh janji-janji developer yang ternyata tidak terrealisasi.
Ada satu janji yang ingin saya sebutkan dari sekian banyak janji dari developer perumahan saya yang ternyata bodong:

Air bersih

Janji diawal, sang marketing berkata kalau air di perumahan adalah bersih. Katanya, daerah perumahan adalah daerah mata air. Jadi, kalau diambil tidak terlalu dalam, sudah mendapatkan air bersih. Lalu, beberapa minggu sebelum pindahan, saya mengecek air sumur ternyata kotor. Saya tanyakan kenapa, dijawab, "Ini diawal saja kotor, nanti juga bersih." Saya diam saja. Setelah pindah, air ternyata kotor terus. Saya komplain, sang marketing malah terdiam. Tidak bisa berkata apa-apa.

Saya jadi heran, kenapa ada orang yang berusaha mendapatkan uang dengan cara yang tidak bersih namun dilakukan dengan bersih?

Monday, September 28, 2009

Puisi Untuk Pembantu di Seluruh Dunia

10 hari ditinggal pembantu, ternyata berat juga. Hari ini, hari pertama kerja, terasa bahwa kerja dikantor lebih ringan dibanding kerja dirumah.

Saya menyadari betapa beratnya profesi pembantu. Kerja banyak, gaji kecil. Karena itu, pada kesempatan ini, saya ingin memberikan pujian kepada seluruh pembantu didunia dalam sebuah puisi:

Lihatlah dia
Bergerak kesana kemari
Gendong bayi, belanja dan nyuci

Lihatlah dia
Selalu berlapang dada
Terima omelan dan hanya menunduk saja

Lihatlah dia
Berani terima capek
Nyetrika dengan posisi sulit
Nyuci dengan mesin rusak

Lihatlah dia
Tidak terbeli
Tidak tergantikan
Dialah Pembantu

--

Wednesday, November 26, 2008

Mencari dan Memilih Kontrakan Rumah Tinggal

Mencari dan Memilih Kontrakan Rumah ternyata tidak seperti membalikkan telapak tangan. Capek dan repot. Beberapa waktu yang lalu, saya berkeliling 3-4 keluarahan dekat rumah untuk mencari kontrakan baru. Setelah berkeliling-bertanya-bertanya-dan-bertanya, ada beberapa pengalaman yang mungkin bisa saya berikan kepada pembaca agar dalam mencari kontrakan rumah tidak buang-buang waktu maupun tertipu.

Perantara

Kalau kita sering jumpai papan penawaran didepan rumah dengan bunyi, "Dijual, TP" Artinya rumah itu dijual Tanpa Perantara. Nah, peran perantara ini sebenarnya penting, supaya kita ga perlu capek-capek keliling puluhan keluarahan untuk mendapati kontrakan yang diinginkan. Peran perantara sangat penting karena kita langsung diberi tahu rumah mana yang dikontrakan. Jadi, tinggal telpon sang perantara, jemput dilokasi yang dijanjikan, kita bisa menuju lokasi kontrakan yang sudah dibicarakan. Terus, kalau ada pesan didepan rumah, "Dikontrakan, TP", artinya, anda lah yang harus dengan sukarela memberikan uang komisi kepada perantara.

Banjir

Untuk mendapatkan kontrakan, sering sekali susah menerka apakah perumahan ini banjir atau tidak. Dan yang punya kontrakanpun, tidak serta merta mengatakan, "Rumah ini banjir loh..." Tidak. Masak pedagang memamerkan kejelekan produknya, pasti tidak laku dong. So, Supaya mudah menentukan apakah perumahan itu banjir atau tidak, kita bisa menerkanya dari garis bekas banjir. Untuk mencari garis tersebut, kita bisa telusuri ke garasi/pagar/pagar tetangga/wilayah-wilayah yang tidak bisa ditutupi oleh sipemilik rumah kontrakan.

Tanya satpam/petugas keamanan komplek

Kalau kita menginginkan rumah kontrakan didaerah yang "sehat", yang pasti wilayah rumah kontrakan yang dicari adalah komplek atau perumahan. Lalu, jika kita tidak mau menggunakan jasa Perantara, atau mungkin kita memang tidak punya kenalan perantara, maka untuk mendapatkan rumah kontrakan yang diinginkan, kita bisa berkeliling Jakarta mencari perumahan-perumahan dan langsung menghampiri satpam/petugas keamanan komplek untuk ditanyai, "Pak, disini ada rumah yang dikontrakan tidak?"
Pertama, kalau perumahan itu sudah ada satpamnya, maka perumahan itu bisa dikategorikan daerah yang "sehat". Setidaknya sudah aman dari preman dan narkoba.
Kedua, dengan bertanya, kita tidak perlu capek-capek keliling plus buang bensin. Selain itu, biasanya satpam akan memberi tahu kalau ada rumah yang dikontrakan, karena sang petugas ini pasti senang, ibarat mendapat durian runtuh alias jadi perantara dadakan. Dia akan mendapat komisi dari si pemilik rumah jika kita jadi mengontrak rumah.

Naik motor

Kalau kita tidak menggunakan jasa perantara, dan kita ingin mencari sendiri, ada baiknya naik motor saja, jangan naik mobil. Jika membawa motor, untuk berputar 180 derajat akan lebih mudah kalau kebetulan kita melihat sekilas papan pengumuman rumah yang dikontrakan, tapi motor kita sudah melaju dengan kencang. Tidak perlu repot-repot mundur, kita tinggal memutar motor dan langsung menuju TKP.

Cari di internet

Nah, ini bagi anda yang malas keluar rumah, sebetulnya bisa googling juga sih. Tapi sayangnya, rumah kontrakan yang ditawarkan melalui internet cenderung yang mahal-mahal. Tapi perkara mahal, itu relatif. Bagi saya mahal, mungkin bagi anda tidak. Jadi, tergantung sipemilik dompet.

Jangan pergi sendiri

Jika anda berniat mencari kontrakan sendirian, sebaiknya diurungkan niat tersebut, karena keputusan mengontrak rumah adalah keputusan yang harus dimufakati bersama, tidak bisa main tunjuk sendiri. Masalahnya, ngontrak rumah di Jakarta tergolong mahal. Kalau anda sudah sreg, belum tentu pasangan anda suka atau sreg. Jadi, kalau mencari kontrakan, sebaiknya ajak pasangan anda.

Kategori

info (205) foto (133) komentar ga penting (128) fotografi (123) Technology (104) Kantor (95) website (88) blog (84) Jakarta (78) comic strip (75) bisnis (71) karir (51) suara hati (51) senda-gurau (50) wisata (38) Bekasi (37) Internet (34) manajemen (31) kuliner (22) selebritis (21) soccer (21) Navision (20) iklan (14) kasus (14) sql server 2005 (13) buku (11) Greeting (10) movie (10) komik strip (9) novel (9) programming (9) televisi (9) Banjir (8) VCD/DVD (8) kopi (8) Vanessa (7) billiard (7) hypermarket (7) bogor (6) kesehatan (6) rumah (6) old document (5) Terios (4) basket (4) guru (4) Axapta (3) bioinformatika (3) azure (1)

My Instagram