activo | asset management system

Tuesday, October 27, 2009

Artikel Provokatif Kompas

Arumi Bachsin Mau Bunuh Diri Kompas membuat artikel yang provokatif: Video Mesum Beredar, Arumi Bachsin Mau Bunuh Diri?
Jujur saja, secara naluriah, saya langsung mengeklik artikel ini. Kepingin tahu artis mana lagi yang 'gendeng'.

Ternyata oh ternyata:

JAKARTA, KOMPAS.com - Lantaran menanggung malu karena video mesumnya beredar di masyarakat, Arumi Bachsin, pesinetron yang juga model video klip itu, memilih berniat mengakhiri hidupnya. Adakah kabar itu benar adanya?

 

No...No...! Kalaupun benar, kata Arumi,  hal itu tak  lebih dari sebuah peran yang harus ia mainkan dalam film perdananya, Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets. Dalam film tersebut, Arumi berperan sebagai Dea, seorang gadis remaja yang mencoba bunuh diri setelah video mesumnya bersama sang kekasih beredar ke ranah publik. 

Saya sebagai seorang blogger topik umum dan bola, menyatakan salut buat si pembuat judul artikel tersebut:

1. Intelek. Judul artikel yang provokatif bertujuan untuk menarik perhatian pembaca.  Judul yang provokatif biasanya akan mengundang kontroversi, sehingga penulis harus siap dengan argumentasi. Dengan demikian, si penulis berarti memiliki intelektualitas diatas rata-rata karena dia harus siap dengan adu argumentasi.

2. Membuat judul artikel yang provokatif itu tidak gampang. Yang pasti, si penulis harus memiliki jam terbang menulis yang tinggi. Kenapa? Karena selain provokatif, juga harus ekstra hati-hati apabila judul yang dibuatnya bisa menyindir/menyinggung pribadi orang.

Menyicipi Windows 7

windows7 Setelah hampir 2 bulan lebih menggunakan Linux Ubuntu, akhirnya saya memutuskan untuk menghapusnya, diganti dengan Windows 7 versi Trial.

Kenapa saya memutuskan untuk menghapus LINUX padahal Open Source lagi ngetren dan perlu?

1. Saya lebih produktif dengan Windows, karena latar belakang saya adalah programer C# DAN bekerja dengan C# lebih nyaman dalam Windows.

2. Hingga 2 hari yang lalu, wireless network di UBUNTU tidak pernah berhasil diaktifkan. Saya sudah oprek-oprek Google, masih tidak ketemu solusinya.

Akhirnya, saya pasang Windows 7 dan berharap saya bisa memulai pekerjaan dengan Microsoft Dynamics NAV 5.0. Kebetulan, saya sedang dalam projek implementasi Dynamics NAV dikantor. Ternyata, instal Microsoft Dynamics NAV 5.0 mengalami kegagalan. Aneh. Apakah karena versi Windows 7 saya adalah trial?

Anyway, bicara mengenai Windows 7 dimana saya baru nyicip untuk pertama kali:

Sisi plus:

1. look and feel-nya tidak ada beda dengan Windows server 2008 dimana beberapa server dikantor memakai Windows server 2008 standard 32bit.

2. saya tidak bisa bandingkan dengan Windows Vista karena sama sekali tidak pernah menyentuh. So, jika dibandingkan dengan Windows XP, Windows 7 sama ringannya.

3. Saya senang dengan tombol shut down yang baru. tidak perlu memilih lagi karena di klik shut down, sistem langsung mati.

Sisi minus (sementara cuma satu):

1. Instal software lama yang hanya support Windows XP dan versi kebawahnya, tidak mudah. Ada yang minta download ini-itu dulu. Bahkan ada yang tidak bisa. Instal SQL SERVER 2005, diminta download service pack 3 dulu. Instal software Camera Handycam Sony, tidak bisa karena tidak support windows 7. Instal Microsoft Dynamics NAV 5, gagal.

Itulah kesan pertama Windows 7 dari saya. Bagaimana dengan anda?

Saturday, October 24, 2009

Kontes Blog Pertamina

logo pertamina Bagi anda, blogger yang ingin mendapatkan barang gratisan, Pertamina mengadakan kontes blog. Pertamina Blog Contest resmi dibuka sejak tanggal 12 Oktober 2009 dan akan  berlangsung sampai dengan 5 Januari 2010.

Namun sayang, usaha anda tidak semudah seperti kontes-kontes blog lain karena kriteria pemenang ditentukan berdasarkan aspek hasil pencarian di mesin pencari, isi review dan tampilan.

Kriteria Pemenang adalah berdasarkan aspek hasil pencarian di mesin pencari, isi review dan tampilan. Keputusan pemenang akan dilakukan dengan dihadiri oleh Team Panitia, Dewan Juri dan Pihak PT.Pertamina (Persero). Pemenang lomba akan diumumkan di situs Corporate Website PT. Pertamina (Persero) dan Web Direktori Pertamina Blog Contest .

Nah, kalau sudah menyangkut aspek hasil pencarian di mesin pencari, otomatis anda harus sedikit belajar mengenai SEO atau Search Engine Optimation.

Mengenai hadiah, sangat menggiurkan.

Bagi pemenang Juara I akan mendapatkan 1 (satu) unit sepeda motor + Souvenir dan Piagam Perhargaan, sedangkan Juara II mendapatkan 1 (satu) unit Notebook  + Souvenir Pertamina dan Piagam Penghargaan, dan untuk Juara III akan mendapatkan 1 (satu) unit Blackberry + Souvenir Pertamina dan Piagam Penghargaan

Namun sayang, hadiah I dan II saya sudah punya. Kira-kira, supaya bisa juara III, bagaimana caranya yah?

* Disclaimer: Info ini saya dapat tanpa sengaja, tidak dibayar oleh pihak penyelenggara. Suer!

Thursday, October 15, 2009

Belajar Strategi Pemasaran Dari Cafe Sop Buah Di Metro, Lampung

10 Oktober kemarin, saya pergi ke Lampung untuk mengikuti acara lamaran adik saya. Setelah acara selesai, saya kembali ke kosan adik saya di Metro. Malamnya, kita mencari tempat makan dimana orang ramai berkunjung. Metro bisa dibilang setengah kota karena dibanding Bandar Lampung, Metro kalah ramai. Dan untuk mencari tempat makan yang ramai dikunjungi, lumayan susah. Ada tiga pilihan pada malam itu: Ikan Bakar, Alun-alun dan Sop Buah. Karena kepengen makan yang jelas, kita pilih ikan bakar. Ternyata, ketika sampai ditempat makan yang bergaya Malioboro alias lesehan, sudah habis. Terpaksa kita harus milih lagi. Dan jatuh ke Sop Buah. Kebetulan perlu buah-buahan biar B.A.B-nya lancar setelah makan besar diacara lamaran tadi.

cafe sop buah

Sesampai di cafe sop buah, saya cukup tercengang karena tempatnya itu adalah rumah warga biasa. Halaman rumahnya disulap menjadi tempat makan dipenuhi meja dan bangku. Pikiran saya melayang ke Jakarta. Cafe seadanya sejenis ini kalau di Jakarta = buanyak sekali. Anehnya, kenapa tempat jualan biasa seperti ini bisa ramai dikunjungi? Apakah memang benar bahwa ada yang mengatakan "Konsumen Indonesia adalah Irasional" ?

Setelah diceritakan adik saya, kenapa tempat makan ini ramai, asal muasalnya: cafe sop buah ini berhadapan langsung dengan Mesjid. Ketika para cowok hendak sholat Jumat, maka para cewek yang ditinggalkan terpaksa kongkow di cafe sop buah ini.

Dari sini saya sedikit belajar metode marketing: Strategi positioning. Untuk berdagang dan menghasilkan uang, kita harus bisa menempatkan lokasi berdagang ditempat yang tepat. Cafe sop buah, entah kebetulan atau memang si pemilik rumah bisa menangkap peluang, langsung membuat cafe yang kira-kira orang mau nongkrong dan apa yang dikonsumsi tidak terlalu mahal tapi sedikit mengenyangkan.

Seandainya si pemilik rumah didepan mesjid itu memilih cafe coffee shop, belum tentu tempat usahanya akan ramai karena saat jam makan siang, orang yang mampir lebih memilih makanan yang tidak mengenyangkan tapi juga tidak bikin tambah lapar. Dan satu lagi, murah. Sop buah adalah pilihan yang tepat.

sop buah

Saturday, October 03, 2009

Faktor-Faktor Keberhasilan dalam Implementasi ERP

microsoft dynamic nav Saat ini saya sedang mendapat tugas untuk memperlancar proses Implementasi ERP. Kalau dulu saya pernah merasakan implementasi Axapta (walau lebih banyak bertindak sebagai pion), sekarang saya kedapatan implementasi Navision, satu saudara dengan Axapta tapi beda 'jenis kelamin'.

Proses implementasi ERP memang perlu tenaga ekstra. Bukan hanya tenaga ekstra, tapi juga metode manajemen proyek yang baik. Membujuk teman-teman sekantor untuk ikutan urung rembuk pembuatan blue print, memotivasi tim IT untuk mengetahui lebih dalam tentang Navision sendiri, memotivasi user untuk lebih proaktif dalam menggunakan Navision, menjadikan implementasi ERP itu bukan sekedar proses bongkar pasang software, tapi lebih banyak berurusan dengan manusianya. Artinya, proses implementasi ERP yang sedang saya jalani, ternyata lebih banyak berurusan dengan faktor X ketimbang dari kapasitas ERP itu sendiri. Karena itu, keberhasilan implementasi ERP perlu dukungan dari banyak pihak.

Dukungan dari konsultan

Membeli ERP memang perlu tahu kapasitas dari konsultan yang akan kita pakai. Diawal, saya memang meragukan. Namun, ketika berjalan, konsultan yang dibayar, ternyata cukup baik dalam menerima inputan dan mengejewantahkannya kedalam rancangan sistem yang akan di modifikasi. Bobot-bebet dari si konsultan memang perlu dicari sebelum kita memakainya.

Dukungan dari manajemen

Keberhasilan dalam implementasi ERP, terletak dari dukungan manajemen sendiri, terutama dari manajer proyek. Saat ini, manajer proyek dikantor, alias atasan saya, memang pernah terlibat dalam dunia ERP. Khususnya Navision. Karena itu, produk dari Microsoft ini memang tidak asing baginya. Dengan sendirinya, konsultan terbantu oleh atasan saya karena mampu mengarahkan tim konsultan pada modul-modul Navision yang sekiranya perlu dipakai dengan bisnis proses yang sedang berjalan.

Dukungan dari tim IT

Sekarang saya memegang kendali atas tim IT dikantor untuk melakukan proses migrasi data, membuat report-report tambahan, membuat setting user permission dan training kepada user yang membutuhkan. Untuk memiliki tim Implementasi ERP yang solid, otomatis harus dibentuk dari bagaimana memotivasi tim IT sendiri supaya mau dan mulai menyenangi mengerjakan hal-hal diatas. Setelah proses motivasi itu tercapai, otomatis tim IT akan solid dan pekerjaan-pekerjaan terkait implementasi NAV akan bisa selesai dengan cepat dan benar.

Dukungan dari user sendiri

Dukungan dari user sendiri sebetulnya kunci dari segalanya. Kalau usernya ogah-ogahan untuk berubah, kerja ekstra keras harus dikerahkan untuk merubahnya. Tapi kalau user memiliki motivasi untuk berubah, kita kerja santai saja, sudah cukup untuk menunggu selesainya implementasi ERP dengan sukses.

Komentar Terbaru