activo | asset management system

Tuesday, May 01, 2007

HATI-HATI BANYAK ANAK-ANAK

Caution : Anak kecil dilarang baca.

Kali ini Tukang Ketik lagi doyan ngomentarin rambu-rambu dijalan.

Sebetulnya rambu ini tidak salah. Hanya dimata saya keknya kurang enak aja dibaca.
Kata ANAK-ANAK dirambu ini jadi rancu aja kalo menurut saya.

Misal, teman kantor bertanya pada saya, "Di, anak-anak dimana?"
Saya jawab, "di warung Karim."
Nah, yang dimaksud anak-anak ini siapa? Apakah manusia berusia 10 kebawah? Padahal yang dimaksud adalah cowo-cowo yang sudah beranak.
Misalnya lagi, teman saya bertanya, "Di, anak-anak nonton dimana?"
"Nonton di Megaria."
Lah, yang dimaksud anak-anak disini adalah orang-orang yang alat kelaminnya sudah berbulu. Anak-anak disini bukan berarti anak kecil.
Jadi rambu pada foto diatas seharusnya diganti dari HATI-HATI BANYAK ANAK-ANAK menjadi HATI-HATI BANYAK ANAK KECIL.

Sekarang pertanyaannya, kalo diganti jadi "ANAK KECIL", emang apanya yang kecil?
Halaah...

6 comments:

  1. So...definisi anak-anak itu apa?

    Karena dari sisi hukum, ada definisi tentang dewasa...dewasa berhadapan dengan hukum. Berarti kalau anak-anak...belum bisa dihukum?

    Kadang kalau nggak hati-hati, kata-kata bisa membuat persepsi yang berbeda-beda.Menarik juga dari merangkai kata, artinya bisa bermacam-macam...:P

    ReplyDelete
  2. ngambil gambarnya kok kurang fokus ya?

    ReplyDelete
  3. Iya, sering banget kita bilang "anak-anak" padahal yang dimaksud udah bangkotan hehehe

    ReplyDelete
  4. #edratna : Ini bu jawabannya:
    definisi anak-anak menurut wikipedia
    definisi anak-anak menurut technorati
    hehehe...

    #anom : ngambilnya dari jauh nom, kalo dari deket, bisa disamber mobil.

    Hedi : Iya, mo di gimanain lagi?

    ReplyDelete
  5. bukannya klo di bahasa indonesia itu:
    "banyak anak" atau "anak-anak"
    ga boleh "banyak anak-anak"...

    tapi ntar artinya jadi laen lagi klo kalimatnya:

    "hati-hati banyak anak"

    hehueheuhee... :P

    kaitou.anti-uin.org

    ReplyDelete
  6. mestinya diganti dengan "hati-hati, banyak KANAK-KANAK" baru pas.

    begitu pun, nanti tetap saja ada yang ngomentari, "lha itu anak-anak yang pada di warung karim, yang nonton di megaria, 68% masih KANAK-KANAK juga: suka kebablasan maen, suka mainan ini-itu, dsb."

    lalu akan ada ibu-ibu yang lagi sebal pada suaminya ikut komentar, "kaum lelaki emang ga pernah dewasa, bapak sama anak kok sama aja."

    gus dur kalau dengar juga akan nimbrung, "tuuh, kan, saya bilang juga apa, dpr itu kayak taman kanak-kanak."

    pis :)

    ReplyDelete

Komentar Terbaru