activo | asset management system

Monday, April 30, 2007

KHUSUS BUS WAY


Kalau menurut Anda, yang benar itu, "KHUSUS BUS WAY" atau "KHUSUS TRANS JAKARTA"?
BUS WAY kalau diterjemahkan adalah JALUR BUS(anak SD juga tau). Jadi, rambu diatas bisa ditulis "KHUSUS JALUR BUS". Berarti semua bis bisa lewat toh. Tapi kenapa metro mini/kopaja yang lewat pada ditangkepin?

Seandainya ada orang ndeso tapi berpendidikan, lalu bertemu saya dan bertanya, "Eh Di, kamu pulang naik apa?"
"Naik Bus Way."
"Loh. Kok Jalur Bus dinaikin?"
Pastinya saya akan tertawa. Tertawa kepada teman saya atas keluguannya dan juga tertawa kepada pemda DKI atas ketololannya membuat istilah.

Nah, pembaca blog yang tercinta, khususnya warga Jakarta, bagaimana Anda merespon salah kaprah yang sudah baku ini?

Note : foto diambil tadi pagi, cuaca berawan, so hasilnya jadi kurang bagus, mohon dimaklumi.

5 comments:

  1. wah kelihatannya saya termasuk cerdas jadi saya enggak bakal bingung dengan itu istilah hehehehehe
    :p

    ReplyDelete
  2. Aku juga heran nih koq yang familiar tuh namanya bus way. Kedengaran orang bule malu kali ya orang Indonesia.

    Om Adi, makasih ya ucapannya ke Bapak Fia. Ntar kalo Fia ke Semarang, Om Adi ditraktir Pizza Hut deh. Biasanya kalo ke Cepu kita turunnya di Semarang koq.

    Sekali lagi makasih ya..

    ReplyDelete
  3. pantes aja indonesia is beautifull city :))

    ReplyDelete
  4. Di negara asalnya juga namanya bus way kok jeng Yahya!

    ReplyDelete
  5. @afin yuliani : YANG KASIH KOMENTAR DI BLOG TUKANG KETIK SEMUANYA CERDAS! AYOOO KASIH KOMEN YANG RAJIN!
    (hehehe)

    @Dhona : Bu, maap, saya orang jakarta. Bukan orang semarang.

    @benicko : Yes, right. And Jakarta si a beautiful country. Country dari Hongkong. Miss Endonesah dodol...

    @Anom : Ya, kalo dah tau salah, jangan diikutin. Kayak "Rumah Sakit". Masak orang mau dateng ke rumah pesakitan? orang dateng ke "hospital" khan mau cari sehat. Tapi mo gimana? Yang bikin istilah rumah sakit dari penjajah terdahulu.

    *apa sih lo Di?!!*

    ReplyDelete

Komentar Terbaru