activo | asset management system

Saturday, June 14, 2008

Sure lof, it’s Edensor…

Hi there…
if you want to date me, all you have to do….

Just…
Ask…

Much love

Katya


- - -

Gimana rasanya yah kalau saya mendapatkan email dari seseorang yang cantik, mempesona dan pintar seperti Katya?

Aduh.. Ga tau deh… Bingung pastinya. Kalau Ikal bilang, seperti menghirup Helium lalu tubuhnya menggelembung dan melayang-layang.

Anyway, itu adalah bagian yang bikin saya jadi “klik” untuk meneruskan membaca novel Edensor. Pada awalnya saya mulai kurang berminat terhadap novel ini karena tokohnya tidak mewakili orang yang tertindas lagi. Novel ini seolah-olah ingin pamer kalau pengarangnya pernah kuliah S2 di luar negeri dan saya harus membaca omong-kosongnya. Tapi si penulis ternyata pintar juga. memasukan romantis picisan, plus olahan kata-kata yang lincah, jadilah cerita ini jadi menarik untuk disimak. Dan tipping point-nya adalah ketika Ikal menerima durian runtuh, disukai cewek primadona.

Secara keseluruhan, novel ini memang bagus, tapi masih kalah bagusnya dengan yang pertama. Dan secara cerita, kalau menurut saya, dan maaf buat para penggemar Andrea, terlalu datar. Tapi Andrea cukup jeli untuk mengkaitkan mimpi-mimpi yang ada dibuku kesatu dan kedua lalu dijawab dibuku ketiga ini.

Akhir kata, keren lah.

“Sure lof, it’s Edensor…”

Komentar Terbaru