activo | asset management system

Thursday, September 06, 2007

Saya Memiliki Peluang Dan Berpikir Positif

Tahun 2004, saya memiliki peluang: Saya melihat usaha jagung manis cukup menguntungkan. Dan saya membeli franchise usaha jagung manis. Ternyata usaha saya gagal. Karena lapak toko daerah perumahan yang saya tempati tidak banyak pengunjungnya.
Saya berpikir positif: Ternyata berbisnis jagung manis harus tahu letak toko yang strategis. Tapi saya belajar, kegagalan adalah sukses yang tertunda.

Tahun 2005, saya memiliki peluang: saya membeli franchise usaha pisang kremes. Usaha saya berhasil, cuma 1 bulan. Berangsur-angsur pelanggan saya berkurang. Dan saya rugi.
Saya berpikir positif: Ternyata berbisnis pisang kremes tidak menguntungkan. Berbisnis pisang kremes hanya lah euforia sesaat.

Tahun 2006, saya memiliki peluang: Saya diajak menanamkan modal usaha sewa-menyewa mobil teman saya. 3 bulan terima cicilan dan bunga yang menggiurkan kemudian teman saya tiba-tiba menghilang.
Saya berpikir positif: Ternyata seorang teman bisa saja menipu kita. Dan saya tetap berpegang teguh, walaupun tabungan sudah habis, kegagalan adalah sukses yang tertunda.

Awal Tahun 2007, saya memiliki peluang: saya bisa berbisnis lebih giat lagi karena telah diceraikan istri saya. Anak-anak pun ikut istri.
Saya berpikir positif: Tidak memiliki uang ternyata bisa diceraikan istri.

Quarter Pertama Tahun 2007, saya memiliki peluang: Saya bisa berbisnis narkoba di penjara karena saya telah ditangkap polisi dan dijebloskan selama 5 tahun karena menipu akibat tidak punya uang.
Saya berpikir positif: Dipenjara pun saya bisa berbisnis. Berkat memiliki networking yang luas, seorang teman menawarkan kerja sama menjual narkoba dipenjara. Dia menyelundupkan lewat barang-barang berupa hadiah untuk saya, dan saya memasarkannya.

Pertengahan Tahun 2007, saya memiliki peluang: Saya akan bertemu Tuhan! Akibat berbisnis narkoba dalam penjara, negara memvonis saya hukuman mati.
Saya berpikir positif: Kegagalan berbisnis bisa membawa saya bertemu dengan Maha Kuasa lebih cepat.

Dan saya berpikir positif: Saya berterima kasih kepada Perencana-perencana Keuangan yang buku-bukunya, seminar-seminarnya sudah saya lahap habis, ternyata bisa mempertemukan saya dengan tokoh-tokoh yang saya kagumi seperti Freddy Mercury, Marlyn Monroe, Isaac Newton dan... Adolf Hitler?
Ha?! Ya ampun... Saya di neraka!
***
Note: Mohon maaf jika ada yang tersinggung. Penulis tidak menjamin joke ini lucu bagi sebagian pembaca. Dan memang tidak lucu.

10 comments:

  1. Hahaha...perutku sakiiit....

    ReplyDelete
  2. @Edratna:
    Wah, tulisan saya dianggap lucu toh.

    Makasih Bu, makasih *wink-wink*

    ReplyDelete
  3. Ngapusi... Engga mungkin sampeyan ketemu Marlyn Monroe dan Adolf Hitler, karena mereka pasti udah keluar dari neraka saat sampeyan baru masuk. First in First out-lah he.he.he.

    ReplyDelete
  4. gw dah serius neh bacanya... agak curiga pas tengah2, dan pas terakhir, gak bisa nahan ketawa, ngakak dgn sukses, mana gw sendirian lagi di ruangan kandang ayam inih! keilatan ama org produksi gw ketawa2 sendiri! dodol!
    cari temen buat ketawa ah....

    ReplyDelete
  5. Tulisannya saya anggap lucu koq. Pertama baca kirain serius eh nggak taunya jadi lucu.

    ReplyDelete
  6. OrangeMood5:03 PM

    hahaha... funny... :)

    Kirain pengalaman pribadi... soalnya mirip2 pengalaman pribadi di awal2... :)

    ReplyDelete
  7. lanjutin donk... Saya berpikir positif, rating saya tambah naik. weleh..emang sinetron?

    ReplyDelete
  8. peRTama Baca, KereN juGa niH kaK aDi. Gak disaNGka..

    seLanjUtnYa muLai berfiKir kebeNaraNya..

    akHirNya..aPakaH iNi gamBaran kepuTusasaAn ataU haRapan???

    tiDak biSa diBeDakaN...

    HiHiHi...

    ReplyDelete
  9. Mungkin lucu, tapi yang jelas menohok :)

    ReplyDelete
  10. emang mas, buku tu cuma malah bikin makin sengsara kalo ga dipraktekin

    ReplyDelete

Komentar Terbaru