activo | asset management system

Friday, December 14, 2007

Manusia hanya bisa berusaha, Allah adalah penentu segalanya..

Lama tidak menulis, tiba-tiba Bu Vitta membuat kejutan dengan tulisan tentang mantan rekan kerjanya yang cukup mengharukan.

Yudy, mantan rekan kerja dan bekas karyawan dikantor saya sekarang, divonis kanker payudara dan sekaligus kanker paru. Padahal dia masih berusia awal 40.
Apa yang akan anda lakukan bila anda adalah seorang wanita berusia awal 40 dan divonis kanker payudara dan sekaligus kanker paru?
Itu yang terjadi dengan bekas rekan kerjaku.. Yudy..
Beberapa waktu lalu sebelum berangkat menjenguk ke rumahnya, Aku sudah siapkan tissue di kantong baju, karena sudah terbayang suasana yang mengharu-biru…
Dimataku Ia adalah wanita yang ’superman’ karena sangat gesit dan tidak bisa diam ditambah lagi postur tubuhnya yang tinggi besar.. lengkaplah sudah image ‘wanita perkasa’ menempel pada dirinya.

Saya jadi menyadari bahwa saya adalah mahkluk lemah. Segesit apapun, sehebat apapun, saya tidak bisa berpaling dari rencana Tuhan. Seperti dalam kutipan ini:
Aku jadi ingat almarhum Adrian yang selalu berkata “Manusia hanya bisa berusaha, Allah adalah penentu segalanya..”

4 comments:

  1. “Manusia hanya bisa berusaha, Allah adalah penentu segalanya..”

    bener mas..semua kembali pada NYA..

    ReplyDelete
  2. Anonymous1:08 PM

    Semoga, Allah memberikan kekuatan utk mbak Yudi...

    Iko jg punya masalah yang sama, alhamdulillah hanya kelenjar...

    Penyakit ini memang paling menakutkan bagi perempuan :(

    ReplyDelete
  3. beberapa kali aku 'dipertemukan' Allah dengan orang2 yg dying krn kanker payudara. hampir semuanya survive karena semangat hidup yg tinggi. tidak terlarut dalam kesedihan dan 'melupakan' penyakit yg sedang di deritanya. baca The Secret ngga? disitu dibilang -kalo ngga salah- intinya kita bisa mengalahkan penyakit dgn kekuatan pikiran. miracles are everywhere.
    ada jg temanku yg akhirnya meninggal, atapi aku yakin usianya sempat 'ditambah' beberapa tahun krn semangatnya itu. Aku cuma bisa ngomong, gak yakin jg kalo aku sendiri yg ngalamin bisa melakukan apa yg aku tulis ini. salam Yudi. smg tetap semangat.

    ReplyDelete
  4. edratna9:59 AM

    Adi, saya ikut berduka. Anak buahku langsung (staf di Diklat), terkena kanker payudara, dan tak tertolong. Setahun kemudian adiknya, yang suaminya juga sekantor denganku, nggak tertolong juga.

    Saat ini mantan stafku, sedang berjuang di China, untuk menyembuhkan kanker payudara. Semua ada dalam rencana Allah, dan kita hanya bisa berdoa kepada Nya, semoga mbak Yudi tabah dalam menghadapi dan diberi kesempatan untuk sembuh kembali.

    ReplyDelete

Komentar Terbaru