activo | asset management system

Tuesday, January 08, 2008

Apakah Harus Beli Domain Sendiri?

Apakah harus beli domain sendiri?
Pertanyaan ini cukup sering berputar-putar di otak saya. Beberapa blogger terkenal banyak yang pindah dari Blogger.com lalu membeli domain baru. Yang jadi pertanyaan lagi, sampai berapa lama mereka bakalan bertahan? Note: menggunakan nama domain adalah bayar. Minimal 200 ribu harus dikeluarkan tiap bulan tahun. Sedangkan jika tidak ada pendapatan yang dihasilkan dari blog tersebut, menjadikan blog adalah akitifitas hobi yang mewah. Ibarat main remote control. Untuk melepaskan hasrat mengendarai mobil-mobilan harus keluar uang untuk membeli mainan yang tidak murah. Hasilnya? Tidak ada uang yang bisa dihasilkan. Kecuali dipasangi Google Ad Sense. Sedangkan jika sebuah blog personal dipasangi Adsense, bagi sebagian orang ibarat melihat wajah wanita penuh dengan jerawat. Banyak kotorannya. Tidak bersih. Alias menyebalkan.

Satu sisi, beli domain ada bagusnya juga. Misalkan saya membeli www.Adiwirasta.com. Lalu, ketika kantor perusahaan sudah marah-marah karena pengakses blogspot.com atau wordpress.com sudah tinggi, lalu diblokir situs-situs tersebut, www.adiwirasta.com tetap aman.

Bagaimanapun, saya tetap untuk menggunakan fasilitas gratisan karena bercermin pada blog Pak Budi Rahardjo. Tidak perlu pakai www.BudiRahardjo.com, pengunjungnya tetap banyak. Karena, inti ngeblog adalah web log. Log adalah tempat penyimpan message. Contoh log adalah Log Viewer yang ada di OS windows. Log Viewer adalah tempat menampung semua pesan dan eror yang dihasilkan oleh aksi pengguna terhadap Windows. Begitu juga dengan blog. Blog = Log viewer. Tempat menyimpan semua pesan dan kesan kehidupan. Jadi, esensinya yang ditonjolkan. Bukan penampilannya.

Komentar Terbaru