Tuesday, January 02, 2007

Kalimalang (februari, 2005)

Dulu, waktu masih smp, kalau mau main basket di klub scorpio, jln otista, daerah cipinang, naik sepeda adalah hal biasa. Menempuh duren sawit – otista, masih enak. Motor belum banyak. Mobil juga. Waktu sma, kalau macet paling ga nyampe 100 meter dari gudang seng.

Sekarang…

Amit-amit. Dari AKPINDO sudah macet!!!

Motor udah banyak, kebut sana kebut sini. Seperti ga ada rem saja. Oh jalan kalimalang, kenapa nasibmu makin malang saja. Dulu, saat baru tinggal di rumah ini, sekitar tahun 1982, kamu masih jalan tanah. Orang-orang masih segan membuat rumah di duren sawit. Sekarang, di kavling agraria udah tinggal secuil tanah yang masih kosong, sisanya dibangun rumah. Betapa cepat pertumbuhan kalimalang.

Macet adalah sarapan pagiku. Bengong adalah kegiatan favoritku. Malu membaca buku di dalam mikrolet adalah sifat terkini. Main-main dengan hp tertahan oleh sifat paranoid.

Semakin hari, semakin banyak penunggang jalan kalimalang. Tidak ada kata sepi, biarpun hari sabtu ataupun minggu. Jalur hijau hanya omong kosong. Sudah disediakan tapi belum juga dilaksanakan pelebaran jalan. Hoi pemda!!! Tolong dong …

Kami butuh jalan kalimalang yang lebih lebar lagi…

Kami menunggu…

No comments:

Post a Comment

Komentar Terbaru