activo | asset management system

Saturday, March 24, 2007

Games dan anak-anak


Waktu SMA, saya pernah baca di sebuah majalah games, editor majalahnya mengungkapkan bahwa bermain games PC atau games console(playstation, dll. Untuk selanjutnya, kedua jenis games itu kita sebut games saja) tidak seburuk yang diberitakan oleh banyak orang tua. Para orang tua mengeluhkan banyak efek negatif dari games yang mereka dapatkan secara langsung. Efek ini lah, efek itu lah. Si editor majalahpun membalas bahwa dengan seringnya bermain games, anak-anak akan terangsang untuk menjadi tangkas, awas dan cepat dalam berpikir.

Selain itu, jika si anak merasa tidak puas, suatu saat mereka akan belajar sendiri pemrograman untuk membuat games sesuai harapan mereka. Untuk menjadi seorang programmer games, dia harus bisa menguasai bahasa pemrograman C++. Di Jepang, bayaran untuk menjadi seorang programmer games sangatlah tinggi.

Baru-baru ini ada berita penelitian yang berkaitan.
Bermain video games “Gear of War,” “Lost Planet,” “Halo,” dan jenis permainan lainnya yang menggunakan senjata api justru dapat meningkatkan penglihatan.
Berdasarkan hasil penelitian, seperti dikutip dari LiveScience.com, Jumat (16/3/2007), jenis video games yang tidak ‘ribut’ seperti “Tetris” tidak menunjukkan hal itu.

Menurut Daphne Bevelier dari Universitas Rochester, berdasarkan pembandingan antara orang yang bermain dan yang tidak bermain video games dalam rentang waktu 30 jam, ternyata menunjukkan orang yang bermain video games memiliki peningkatan kemampuan mengenal objek lebih akurat.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science itu, para pemain video games ternyata mampu mengenali benda-benda yang sangat kecil. Karena, permainan video games melatih kecepatan otak untuk menangkap objek yang nampak dalam penglihatan.


Sekarang pertanyaannya, jika diajukan ke saya, jika nanti jadi orang tua, apakah akan membelikan games console(playstation, nintendo, dll) pada anak saya?
Saya jawab, tidak.
Kenapa?
  1. Teman-teman anak saya bakalan dateng kerumah, main games ampe malem. Lupa waktu. Ngga ngerjain PR. DAN cuma ngabisin makanan. Kok bisa? Karena saya sering melakukan hal itu dirumah teman-teman sewaktu SD-SMP-SMA. (maaf ya teman-teman...)
  2. Untuk menjadi tangkas, bagus penglihatannya, menurut saya ga perlu main games console. Ajarin aja gaplek. Dijamin penglihatannya bagus 100%.
Pada intinya, saya pro dengan si editor majalah tapi pro juga dengan para orang tua.


Sumber :
1.majalah PC games, US.
2.www.okezone.com
Sumber gambar :
1.Betty, www.comics.com.

No comments:

Post a Comment

Komentar Terbaru