activo | asset management system

Saturday, March 24, 2007

Tas Gue nih…


Sudah lupa kapan tepatnya dapat tas ini. Yang saya ingat, datang ke kantor Microsoft di BEJ, ketemu Mr Risman Adnan, Senior Developer Evangelist Microsoft Indonesia, lalu ngobrol-ngobrol tentang visi-misi Projek Otak, peran para penulisnya pada programmer pemula khususnya untuk menggunakan produk Microsoft yaitu visual studio .NET dan lain-lain. Selesai ngobrol, saya pulang membawa tas ini. Kalau ga salah sih, dikasihnya kira-kira pertengahan 2005.

Saat berbincang-bincang, saya sempat ditanya, “Kamu ada ide untuk membuat tulisan migrasi dari bahasa lain?” Saat itu, projek otak sudah ada pengerjaan membuat e-book tentang migrasi Java ke C#.
“Ada pak,” Jawab saya, “Saya berkeinginan membuat tulisan migrasi Perl ke C#. Atau Oracle Developer 6 ke C#.”
“Bagus. Coba aja kamu lempar ke milis tentang ide kamu. Kalau ada yang tertarik, kamu jadi projek leader-nya.”
“Ok.”

Sampai sekarang ga pernah saya lempar itu ide-nya ke milis projek otak. Karena bagi saya ide tersebut terasa konyol. Perl dan C# adalah dua benda yang berbeda. Perl lebih bermanfaat untuk membantu administrator UNIX/LINUX dalam mengurus(maintenance) servernya. Tidak banyak Perl dipakai sebagai bahasa pilihan untuk aplikasi bisnis karena debuggingnya setengah mati (sepengalaman saya). Makanya muncul PHP untuk menutupi kekurangan Perl. (Hehehe… jangan marah yah orang-orang Perl. Dulu skripsi saya tentang pencocokan sekuen DNA menggunakan Perl kok).

Begitu juga dengan Oracle Developer 6. Oracle Developer 6 dan C# juga seperti bumi dan langit. Oracle Developer 6 memiliki kemiripan dengan Foxpro 6 ke bawah yang lebih cocok hanya untuk membuat aplikasi bisnis karena keterintegrasiannya dengan si database(database centric). Tidak mumpuni untuk socket programming, web services, messaging, dll. Apalagi Oracle Developer sama kayak Perl, debuggingnya setengah mati. Ga ampe mati sih, Cuma, setiap mo ngetes, harus nulis ke messagebox. Gatel ga sih kuping rasanya denger ding! ding! ding! ding! ding!
Duh, kok jadi ngebanding-bandingin lagi yah? Dah ahk, kabur…

Balik ke tas. Waktu nerima tas, saya ditawari minum softdrink. Tau ga sih rasanya waktu itu? Rasa Coca-Colanya sih sama aja. Tapi minum softdrink gratis karyawan Microsoft itu rasanya sama kayak dicium Angelina Jolie. Jadi waktu kuliah, saya suka baca buku biografi Bill Gates kalau kerja di Microsoft ada fasilitas free softdrink. So, it’s like I work at Microsoft corp! Bisa kebayang ga sih kalau saya bisa kerja di Microsoft...

Microsoft-nya langsung bangkrut. Hehehe…

---
Note : untuk membaca judul "Tas Gue nih…" Nadanya kayak iklan biskuit Trenz.

No comments:

Post a Comment

Komentar Terbaru