activo | asset management system

Monday, May 21, 2007

Blog salin tempel, salah ga?

Beberapa kali saya mendapati isi blog yang membahas tentang salin tempel. Teman saya, Lita, pernah mengalami perkara sadis soal hal ini. Sebuah blog[*] pernah menyalin tempel tulisannya, kemudian Lita mengklaim, tapi dibalas oleh empunya blog dengan berkata, “saya mendapati tulisan ini dari milis dan disitu tidak menyebutkan namanya.” Kira-kira si pemilik blog hanya berkata seperti itu dan tidak sedikitpun niatan meminta maaf!

Bicara tentang salin tempel, atau mencontek, sebetulnya tidak ada salahnya kok. Kenapa?

1. Pengakuan kualitas
Pernahkah Anda menulis tulisan yang buruk, ga jelas, tolol tapi di copy paste oleh orang lain? Pasti tidak. Yang ada, tulisan Anda yang bagus, indah, cerdaslah yang pasti di copy paste oleh orang lain.

2. Efek samping
Dengan melakukan tindakan mencotek, berarti sang pelaku(atau kita sendiri) diajarkan dari awal untuk belajar meniru. Jika mental ini terus timbul, maka suatu saat nanti, Anda tidak usah heran jika bermunculan produk baru yang mirip dengan produk asli dipasaran(yang sedang ngetren pastinya). Misalnya, Anda bisa mendapati produk asli Indonesia yang bernama M office(kalau tidak salah, saya lupa nama tepatnya), mampu bersaing dengan tiruannya yaitu Microsoft Office. Contoh lagi, onderdil motor. Kalau tidak ada spare part bajakan, mungkin banyak warga Indonesia yang kurang mampu akan kelabakan membeli spare part asli dimana harganya cukup mencekik.

Dengan adanya contek mencontek ini, sebenarnya, disinilah letak kemampuan Anda, yang mampu membuat produk asli, untuk terus memperbaiki maupun meningkatkan kualitas sehingga tidak terlindas oleh si pecontek. Contoh yang paling-paling fenomenal adalah Pizza Hut. Banyak ditemui rumah makan pizza yang mencontek semua bentuk produk maupun layanan milik Pizza Hut. Ambil contoh peconteknya yang paling ngetop = Paparon Pizza. Hampir semua jenis makanan dan minuman yang ditawarkan oleh Pizza Hut bisa Anda temui di Paparon Pizza. Tapi dengan kemampuan membuat produk-produk baru, layanan-layanan yang memuaskan pelanggan, Pizza Hut tetap mampu menjadi restoran nomor satu pilihan pecinta pizza diantara restoran pizza lainnya. Bahkan, Paparon sendiri sudah banyak franchisenya yang gulung tikar karena ketidak mampuan melawan Pizza Hut.

Akhir kata, dimana ada setan, disitu ada malaikat[**]. Dimana ada pecontek, disitu ada penghargaan akan kualitas Anda dan hal ini merupakan pecutan untuk terus memperbaiki hasil karya Anda.

- - -

[*] mohon maaf, url-nya lupa.
[**] empat mata banget…

5 comments:

  1. Kumpulan linknya ada di sini.
    Tapi ngga perlu kaget kalau beberapa link menghasilkan '404 not found'.
    Empunya situs sono ngga bilang apa-apa pas masang tulisanku, jadi mungkin ngga merasa perlu bilang apa-apa juga waktu nurunin/menghapus :D

    Gak papa, tetep bisa lihat-lihat artikel lain di blog sana kok. Kebanyakan emang copy-paste ;)

    Sip sip... Tindakan salin-tempel ini memang jangan pernah menurunkan semangat menulis.
    Time will tell. Lama-lama orang juga akan tahu, siapa penulis yang 'original' dan bersedia bertanggungjawab atas karyanya.

    Kalau cuma salin-tempel, emangnya bisa 'mempertahankan' ide sefasih penulis asli, kalau idenya dipertanyakan, digugat, bahkan diancam secara hukum? Paling-paling beraninya 'lari'. Bilang, "Maaf, ini bukan tulisan saya." :D

    Gimanapun, menghadapi plagiarisme, yang cocok ya dilawan. Bukan dengan diam, tapi bilang.

    Thanks, Di. Udah 'diangkat' lagi di sini.

    ReplyDelete
  2. Iya nih.. kapan yah tulisanku dijiplak? Hiks hiks...

    ReplyDelete
  3. 1. Meski sama2 produk, rasa2nya tulisan sama onderdil motor atau pizza ga bisa dibandingin dalam kasus copy-paste, deh!
    2. Setuju, yang di-kopas emang tulisan bagus aja. Tapi tetep aja tindakan seperti itu ga bisa dibenarkan. Apalagi tidak menyebutkan sumber!
    3. Setuju ma mbak Lita, lama kelamaan pembaca yang ngikutin akhirnya akan tau mana penulis asli, mana yang tukang kopas. Tapi, lagi2, tindakan asal kopas, ga bisa dibenarkan dengan alasan apapun!
    ma kasih udah lebih dulu dibahas disini, ma kasih juga kunjungan dan commentnya di blog saya :)

    ReplyDelete
  4. Halo. Salam kenal. Nama gw Mia. Cuman pengen bilang aja. Selama ini kuliah di FH diajarin kalo di Indonesia masalah hak cipta susah ditangani, karena korban biasanya begitu tahu karyanya diambil, dia bukannya marah: bangga dulu. Lantas kalo udah ngerasa "kok gw rugi yah?" baru dia nyari solusi. Menurut gw pola pikir bahwa kalo bagus lantas dicontek itu musti dihilangkan. diganti dengan kalo bagus harus dapat pengakuan sebagai yang bikin--tapi tetp nga boleh dicontek.

    ReplyDelete

Komentar Terbaru