activo | asset management system

Monday, February 18, 2008

Minggu, 17 Februari

Jam 5 pagi, saya bangun. Lalu nyalakan motor untuk mengantar istri yang kebagian shift masuk pagi-pagi buta. Setelah mengantar, kembali tidur dan terbangun lagi jam 9 pagi, “Ha, jam 9? Waduh… NBA nih.”
Untungnya, ketika menyalatakan tv, footlocker 3 point shooter contest baru mulai. “fiuh…”

3 point shooter contest dimenangkan oleh Jason Kapono. Yang saya heran, kenapa dia memakai jersey Raptor? Kenapa dia dibuang oleh Miami Heat? Padahal dia jago sekali 3 point-nya. Apakah pelatih Miami Heat, Pat Riley terlalu gampang marah melihat pemainnya yang tidak perform bagus lalu dijual? Seperti halnya Shaquille O’Neal yang tidak perform lalu ditendang ke Phoenix Suns?

Kemudian, klimaks dari acara All Stars Weeks hari kedua dimulai->Slam-dunk contest. Dan kali ini, pesertanya 50% menyuguhkan atraksi bak pemain sirkus. Dan yang paling seru adalah aksi-aksi yang dilakukan oleh Dwight Howard. Berbadan besar, tinggi tapi memiliki sense of humor yang tinggi. Sudah lucu, didukung dengan senyumnya yang menawan. Sense of humor nya ditunjukan dengan atraksi-atraksinya yang memikat. Melompat tinggi dan berputar-putar diudara. Tidak takut terpentok dan menyuguhkan aksi yang membuat saya hampir terjengkang, "Gila nih orang."

Nyaris sempurna bagi Howard yang sukses mendapatkan skor sempurna dari lima juri di dua dunk pertama, sebelum kemudian didapuk jadi jawara oleh hasil voting dari para penyuka NBA. Persentase sebesar 78 persen diraih pemain dengan postur tinggi besar (tinggi 2,11 meter dan berat 120 kg) tersebut.

"Aku benar-benar ingin memenanginya untuk semua orang bertubuh besar, dan semua orang pada umumnya. Karena semua orang bilang aku tak bisa, dan aku percaya pada diri sendiri dan yakin bisa melakukannya. Itulah yang ada dalam benakku. 'Aku bisa jadi juara kontes dunk,'" ujar Howard seperti dilansir Yahoosport.

Setelah itu, saya buru-buru mandi karena harus menghadiri pernikahan salah satu blogger ngetop indonesia, Narpati. Diundang oleh ibundanya, Ibu Enny, saya berangkat naik motor dan tiba disana, disambut oleh tank-tank yang berdiri gagah. Kebetulan tempat pernikahannya di Museum Satria Mandala. Pengalaman pertama saya menghadiri pernikahan di Musium tentara.

Setelah bertemu dengan pengantin, makan, dan bertemu juga dengan Anjar Priandoyo (blogger seleb juga), saya pulang, dan...

tidur lagi, "Zzzz..."

Komentar Terbaru