activo | asset management system

Wednesday, February 13, 2008

Penjelasan Tentang Komplain Kepada Hypermart

Ada seseorang yang komplain kepada salah satu hypermarket Indonesia yaitu Hypermart melalui komentar di tulisan Hypermart Kebon Kacang. Dia merasa Hypermart telah berlaku tidak adil dengan tidak membayar sisa tagihannya.

- - -
(Jakarta, 12/02) Ada-ada saja tingkah perusahaan besar saat menghadapi tagihan. Contohnya HYPERMART yang menghadapi tagihan dari RAFLESIA, sebuah perusahaan penyewaan Alat Pesta yang berdomisili di Jakarta. Dengan sistem birokrasinya yang cukup rumit nampak jelas sekali pihak HYPERMART berupaya berkelit dari invoice perusahaan alat pesta tersebut. “Padahal sisa tagihannya cuma Rp. 10 juta-an”, kata Adiba, Humas dan Public Relation RAFLESIA. “Setiap kami mencoba untuk menagih, beberapa staf HYPERMART yang berkaitan saling lempar tanggung jawab, lanjutnya.

Di Indonesia, HYPERMART begitu familiar dengan masyarakat. Perusahaan yang melahirkan MATAHARI Departement Store dan GIANT itu saat ini memiliki lebih dari 5 ribu karyawan. Desember tahun lalu pihak HYPERMART menyewa beberapa unit tenda dari RAFLESIA untuk keperluan Grand Opening HYPERMART Kedung Badak, Bogor. Tenda-tenda tersebut disewa selama 10 hari oleh pihak HYPERMART. Namun entah kenapa pihak HYPERMART hanya membayar 7 hari masa sewa. Saat ditagih sisanya, staf-staf HYPERMAT yang berkaitan saling lempar tanggung jawab dan nampak ada upaya untuk menghindar dari tagihan. “Jujur, kami tidak menyangka bahwa perusahaan sebesar HYPERMART menghindar dari kewajiban membayar hutang. Kami merasa dipermainkan..!!!”. ujar Adiba menutup pembicaraan.

- - -

Saat ini, saya akan melontarkan sedikit penengahan mengenai hal diatas. Saya bukan dari pihak Hypermart tapi bisa dibilang saya sedikit tahu soal hypermarket yang beroperasi di Indonesia (sedikit loh...).

1. Salah jika Hypermart adalah Perusahaan yang melahirkan MATAHARI Departement Store dan GIANT. Hypermart adalah bagian dari Matahari Group atau kalau dilihat dari daftar wajib pajak, pemilik Hypermart adalah PT Matahari Putra Prima Tbk. Grup yang berawal dari toko kecil di Pasar Baru, lalu membuat departemen Store Matahari lalu berkembang menjadi Group yang membawahi beberapa usaha termasuk Pasar Swalayan Matahari dan Hypermarket Hypermart. Penjelasan selengkapnya bisa dilihat disitus www.lppm.ac.id.
...

Jika anda malas, berikut saya salin profil perusahaan PT Matahari Putra Prima Tbk:

PT Matahari Putra Prima Tbk (PT MPP), adalah salah satu perusahaan retail terkemuka di Indonesia saat ini, yang memiliki 77 stores dengan total space 665.264 M2. Dari sejumlah gerai (stores) itu, diantaranya 16 stores di Jakarta dan selebihnya 61 stores berada di luar Jakarta yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, Yogyakarta, Kudus, Malang, Palembang, Tasik Malaya, Bogor, Ujung Pandang, Samarinda, bali, Batam dan beberapa kota besr lainnya. Dari 16 store yang beroperasi di Jakarta terbagi dalam 2 kelompok yaitu 11 stores dengan kategori 1 (better stores) dan 5 stores kategori 2 (regular stores).
Alamat : Menara Matahari Lippo Life, 20th Floor Jalan Boulevard palem Raya No. 7 Lippo Karawaci, tangerang 15811
Status : Perusahaan Swasta Nasional
Mulai Operasi : 1986 sebagai PT Matahari Putra Prima dan 1997 sebagai PT Matahari Putra Prima Tbk.
Presiden Komisris : Roy Edu Tirtadji
Presiden Direktur : Antonius Hanifa Komala


2. Dikatakan, "Saat ditagih sisanya, staf-staf HYPERMART yang berkaitan saling lempar tanggung jawab..." Biasanya, di sebuah hypermarket, leveling karyawan ada 3, SPG - Staff - Manajemen. SPG dibawahi oleh supplier, Staff dan manajemen dibawahi oleh si punya toko. Nah, jika seseorang mengklaim invoice ke staff, dan tidak digubris, memang itu bukan kerjaan mereka. Apalagi anda komplain ke bagian informasi, otomatis bakal di ping-pong. Seharusnya penagihan invoice adalah kerjaan manajemen atau bagian keuangan. Karena staff tidak memiliki kepentingan untuk mencairkan dana. Dan juga, staff keuangan biasanya hanya satu jika di toko. Biasanya, divisi keuangan hypermarket ada dikantor pusat. Seandainya di ping pong, berarti anda di ping pong oleh staf-staf yang tidak mengerti apa-apa.

3. Kalau dirasa staff/bagian keuangan-nya memang kurang bisa bekerja sama, jangan klaim lagi ke kantor Hypermart Kedung Badak, Bogor. Langsung saja klaim ke kantor pusatnya yang beralamat di Menara Matahari Lippo Life, 20th Floor Jalan Boulevard palem Raya No. 7 Lippo Karawaci, tangerang 15811. Otomatis Store Manager Hypermart Kedung Badak, Bogor bakal dimarahi habis-habisan oleh Director-nya. Dan dendam anda akan terpuaskan, hehe...

Mungkin itu penjelasan sedikit tentang komplain Hypermart.

Oh, dan satu lagi, ini blog abal-abal. Kalau komplain jangan disini. Orang Hypermart tidak bakal ada yang tahu.

Komentar Terbaru