activo | asset management system

Tuesday, May 27, 2008

The Chronicles Of Narnia: Prince Caspian

Waktu SMA dan kuliah, pembimbing spiritual saya selalu menyarankan untuk mencari moral of the story disetiap film yang ditonton. Nah, tadi malam, setelah menyaksikan The Chronicle of Narnia: Price of Kaspian, saya tidak langsung menemukan moral of the story film tersebut. Lalu saya tanya pada Mey, pesan dari film tadi apa. Jawaban yang saya dapatkan malah, "Hehehe... Nonton mah nonton aja kaleee..."

The Chronicles Of Narnia: Prince Caspian masih bercerita tentang 4 bocah yang tiba-tiba ketemu dengan negeri ajaib. Melanjuti Satu tahun berlalu sejak peristiwa "Singa, Penyihir, dan Jubah", para raja dan ratu Narnia kembali ke negri ajaib tersebut, dan sudah 1300 tahun berlalu di waktu negeri Narnia.

Selama ketidak-hadiran mereka, masa kejayaan Narnia lenyap, Narnia jatuh kedalam kekuasaan Telmarine dan dipimpin oleh Raja Miraz, yang memerintah tanpa belas kasihan. Keempat anak tersebut selanjutnya bertemu dengan karakter baru: yang berhak menguasai Narnia, Pangeran Caspian muda, yang bersembunyi untuk menghindari rencana pamannya, Miraz, berencana membunuhnya, agar keturunan Miraz naik tahta. Dengan bantuan manusia kerdil yang baik hati, tikus pemberani, seekor hewan tanah dan warga Narnia dipimpin oleh Peter dan Caspian, berangkat mencari Aslan, menyelamatkan Narnia dari tangan tiran Miraz, dan memulihkannya dari sihir serta merebut kembali kejayaan Narnia.

Nah, kalau dipikir-pikir kembali, sebetulnya ada sedikit pesan moral dari film Narnia. Kalau diambil dari sudut agama, film ini memperlihatkan analogi Narnia dengan alkitab(injil). Dari film ini, diharapkan si penonton bisa mengetahui kalau kita mencari-Nya, maka Dia akan datang. Gambaran ini diperlihatkan Lucy ketika mencari Aslan. Aslan, yang digambarkan seperti sang Juruselamat, dicari kembali oleh keempat bersaudara dengan sedikit intrik yang dibumbui keraguan dan penyangkalan. Sama halnya orang-orang yang tidak mempercayai Tuhan dan selalu meragukan sekaligus suka menyangkal. Tapi pada akhirnya mereka percaya juga.

Kira-kira itu saja temuan saya, bagaimana dengan pesan moral yang anda dapatkan?

Komentar Terbaru