activo | asset management system

Monday, July 21, 2008

Warna-Warni Pondok Bambu (Yang Penuh Maling)

Sabtu siang, setelah bermain futsal di Metro futsal Pondok Indah, saya mampir sebentar makan siang di sebuah pondok Mie Ayam jl. Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Jakarta Timur. Pondokan mie ayam yang juga jualan pepesan.

Setelah makan mie yang saya anggap biasa-biasa saja, di pinggir jalan itu, ada ibu-ibu yang celingak-celinguk dekat tutup lubang saluran air yang sudah terbuka menganga seperti siap menerkam pengendara motor yang lewat.

Saya pikir, ah, paling abis ada kerjaan orang PAM atau Telkom atau apalah. Tidak lama, si ibu itu datang menghampiri pemilik mie ayam dan bertanya apakah tong sampahnya bisa dipinjam untuk menutupi lobang yang terbuka itu karena takut ada motor/kendaraan lain lewat dan bisa terperosok kedalamnya. Jawab si ibu pemilik mie, "Ini bukan punya saya. Tong sampah ini punya engkoh yang disebelah, ini."

Setelah itu, si ibu pemilik pondok mie langsung cerita kepada saya kalau lubang saluran itu baru saja hilang tadi malam. Ketika si ibu buka warung, tutup lobang itu sudah tidak ada. Diduga, lubang itu dicuri. Dan dugaan itu mengarah ke pemulung yang beberapa hari terakhir suka mondar-mandir dengan topi yang cukup menutupi mukanya.

Si ibu tidak hanya cerita tentang lobang yang hilang, dia juga cerita kalau tempat jualannya ini juga beberapa minggu lalu sempat kecurian, gelas-gelas raib, penggorengan, panci dan lain-lain raib. Tidak cuma itu, si ibu juga cerita kalau ditempat ini, karena kebetulan ada tempat senam, sering terjadi kemalingan, dan yang paling parah, 2 mobil yang datang ke tempat senam, raib!

Si ibu makin menjadi-jadi ceritanya ketika saya selalu menanggapi. Dia juga menceritakan kalau dipondoknya sering terjadi penipuan atawa pencurian terang-terangan. Maksudnya, si jahat berpura-pura membeli makanan tapi malah mencuri uang dan handphone. Kejadian pertama adalah kecurian uang 90 ribu. Pelakunya adalah seorang ibu cantik, berjilbab dan berpura-pura memesan pepes 10 bungkus. Ketika sudah dibungkus pepes pesanannya, si ibu penipu itu minta tolong untuk menukarkan uang 100 ribunya dengan 10 ribuan. Si ibu pemilik mie ayam tidak punya dan berusaha meyakinkan isi dompetnya yang hanya berisi 90 ribu. Tapi sayangnya, kepolosan si ibu pemilik mie malah jadi bumerang karena si penipu tahu letak dompetnya. Ketika mau membayar, si penipu memesan 5 pepes lagi. Ketika dibungkusi, si ibu penipu itu langsung menyambar uang didompet si ibu pemilik mie dan kabur naik motor yang sudah ditunggui didepan.

Kejadian kedua dilakukan oleh seorang pemuda yang berpura-pura memesan mie ayam, masuk kedapur dan berpura-pura sedang tergesa-gesa. Ketika si pemilik warung lengah, raib lah 1 buah HP.

Begitu yang diceritakan oleh si pemilik mie ayam dengan logat sundanya yang kental. Saya membayar, pulang dan memfoto lobang yang menganga untuk pembaca blog ini dengan HP jadul saya, T610.





Komentar Terbaru