activo | asset management system

Thursday, July 12, 2007

Kopi pagi

Mau tau rutinitas saya dipagi hari?
Serentak menjawab, “Enggaaaaa….”
Ya terserah, ini blog saya sendiri kok. Saya mo ngomong apa suka-suka saya. Setuju?
“Enggaaaaaaaa…”
Ya sudah. Just move on, dimulai dari jam 6.

6.00-7.00: bangun pagi. Ngantri kamar mandi(giliran dengan kakak dan adik. Saya sih paling akhir. Biasa, molor lagi di lantai). Sarapan(kalau agak lapar. Eh, lapar ga lapar sih sarapan. Anjuran orang tua juga). Beres-beres perlengkapan ke kantor(dompet+nametag+USB teman yang ga pernah dibalikin). Nyalain motor trus meluncur.
7.00-8.00: bertempur dimedan perang alias jalan ibukota yang ganas.
8.00-9.00: Tiba dikantor. Langsung pencet power komputer. Login. Buka Lotus Notes sambil harap-harap cemas dapet berapa komentar dipagi hari. Oh ya, just for you know, saya baca komentar anda itu via email. Thanks blogspot. Mantap kalilah feature kamu. Kalau dapet komen banyak, langsung buka blog ini dan jawabin komentar-komentar yang masih hangat. Abis itu, ke pantri kantor yang mungil. Bikin kopi…

Nah! Ngomongin soal kopi, ada berita bagus nih para pembaca blog Tukang Ketik yang setia… (Setia? Please deh!) Apa itu berita bagusnya?

Berdasarkan majalah HealthToday Februari 2007, jika anda yang beresiko terhadap diabetes tipe 2, mungkin anda lebih baik memulai hari dengan meneguk kopi dibandingkan minuman lain yang ditambah gula.

Para periset menemukan bahwa di antara 12.000 manula, mereka yang mengonsumsi empat atau lebih cangkir kopi setiap hari memiliki risiko lebih rendah menderita diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang jarang minum kopi. Alasannya masih kurang jelas, tetapi ada satu kemungkinan bahwa beberapa komponen kopi seperti magnesium atau asam klorogenat dapat memperbaiki regulasi tubuh terhadap gula darah.

Beberapa riset juga menunjukan bahwa kopi dapat meningkatkan metabolisme yang dapat menolong mengendalikan berat badan. Hal ini bukan berarti kita bisa dengan aman mengonsumsi bercangkir-cangkir kopi. Karena kopi memiliki efek buruk terhadap tekanan darah.

Jadi? Masih males juga bikin kopi? Gapapa sih. Toh biar ga kena diabetes sebetulnya juga jika kita bisa menghindari gula sesering mungkin. Dan sebijak mungkin. Ada saatnya makan atau minum mengandung gula, ada saatnya menghindari yang bergula.

Kembali ke rutinitas saya dipagi hari, selanjutnya setelah bikin kopi adalah Balik lagi ke meja. Fokuskan pikiran. Semua pikiran kotor dibuang. Mulai kerja deh.

Selamat bekerja sambil ngopi!

5 comments:

  1. KoPinya Itu, KopI PahiT??? nGGaK pake GuLa gitU???

    KaLo CappuCino termasuK koPi yanG berManfaaT juGa??

    KaLo bLack Coffee paKe Whipped cream GmN???

    HeHeHe...

    PerTanyAaN yanG sanGAT tidaK pentiNg....

    ReplyDelete
  2. dulu, waktu masih kecil, si mamah suka ngasih kopi untuk mencegah ayan (epilepsi) meski sebenernya gw gak punya penyakit ayanen.
    wah, Di... lu takut kena epilepsi juga yah? :P
    eeeenniweei, di fs gw comment tuh... :D

    ReplyDelete
  3. Hore, saya doyan nenggak kopi, berarti saya tidak terlalu beresiko kena diabetes ya?
    Saya pernah baca2, kopi boleh dikonsumsi maksimal 2-3 cangkir per hari, itu untuk amannya, segala yang berlebihan itu jelek tho?
    Oya, konon ada kopinya Starbucks yang jumlah kalorinya setara dengan kalori yang kita bakar dengan bersepeda 2 jam. Wah wah

    ReplyDelete
  4. Khasiat kopi memang bagus kok.
    Baca di http://edratna.wordpress.com/2006/12/10/
    seputar-cerita-tentang-kopi/ antara lain: membuat perut tetap ramping, dapat mempengaruhi pendapat orang. Jadi kalau nge date...ajak teman kencan minum kopi.

    ReplyDelete
  5. mashuri12:46 PM

    dari umur berapa minum kopinya?kopinya campur gula?

    gak DM II sebab keburu stroke...he..he..

    ReplyDelete

Komentar Terbaru