activo | asset management system

Wednesday, April 30, 2008

Antara Grey’s Anatomy Dan Pasien di Indonesia

“Mencintai seseorang tapi tidak dicintai balik adalah lebih sakit daripada jomblo.” Begitu perkataan seorang pasien kepada dokter magang di rumah sakit Seattle Grace Hospital, Dr O’mailley.

Sampai begitu dekatnya hubungan dokter dengan pasien, sampai-sampai si pasien menasihati dokternya. Sebuah kondisi yang jarang-jarang terjadi di rumah sakit Indonesia. Bagaimana tidak, dokter di Indonesia, sepanjang hari ditunggu-tunggu, tapi ketika nongol, maksimal hanya 5 menit berbicara setelah itu menghilang.

Grey’s Anatomy adalah film serial drama romantis yang dibungkus situasi rumah sakit. Serial percintaan antara dokter full time dan dokter magang. Bahkan ada beberapa episode memperlihatkan percintaan dokter dengan pasien. Sebuah gambaran yang tidak akan pernah didapat di Indonesia.

Grey’s Anatomy sangat bagus dan seharusnya ditonton oleh dokter-dokter di Indonesia, supaya mereka mau bersosialisasi dengan pasiennya. Tidak hanya sekedar datang, diagnosa sebentar lalu pergi. Tapi benar-benar care sama pasiennya. Bahkan, pasiennya tidak mau dioperasi pun, sang dokter memaksa dengan berbagai cara supaya si pasien mau dioperasi dan sembuh dari penyakitnya. Lagi. Sebuah gambaran yang perlu ditiru oleh dokter di Indonesia.

Hingga saat ini, saya sudah menyelesaikan session 2 serial Grey’s Anatomy dan saya tidak bisa berhenti menonton session ke-3 nya. Ceritanya sangat enak dan perlu. Enak karena tidak membosankan dan perlu karena sangat kental ilmu kedokterannya. Bagi kita yang tidak mengerti kedokteran, alhasil akan jadi mengerti sedikit istilah-istilah kedokteran. Dan lagi. Sebuah film serial yang perlu ditonton oleh dokter-dokter di Indonesia.

Hidup pasien!!!

Komentar Terbaru