activo | asset management system

Monday, August 11, 2008

Mario Teguh, Si Manusia Super

Tokoh yang satu ini sekarang lagi naik daun. Mario Teguh namanya. Bapak berkepala plontos dan kinclong ini muncul di dua saluran televisi, O Channel dan Metro TV.

Mario Teguh, yang mengklaim sebagai motivator, selalu menjual 1 kata yaitu “super”. Entah maksudnya apa, apakah kita harus menjadi super dalam segala hal, menjadi super dalam berbisnis, menjadi super dalam memukul lawan, menjadi super dalam menelan kawan untuk kesuksesan, entah lah.

Melihat orang seperti ini, entah kenapa, saya selalu berpandangan sinis. Kenapa? Karena kata-kata yang diungkapkan itu sebetulnya dari dulu juga ada. Dan dengan lihainya, Mario Teguh mengemasnya lagi dan menambah-nambahi sehingga menjadi barang dagangan yang laku dipasar. Kalau kata orang bilang, “Barang lama kemasan baru.”

Walaupun begitu, saya tidak bisa menganggap apa yang dikerjakan Mario Teguh adalah salah. Jelas tidak. Apa yang dilakukan dia sangatlah bagus. Bagus karena orang-orang sudah banyak meninggalkan ajaran agamanya ketika sudah berhadapan dengan kerjaan, dengan karir, dengan bisnis, dengan bos, dengan anak buah. Semuanya hilang. Yang muncul adalah kebon binatang. Adalah maki-maki yang berefek negatif. Dan akan tersadar kembali ketika berhadapan dengan Yang Maha Kuasa dalam doa, dalam Gereja, dalam tempat ibadahnya.

Apa yang dilakukan Mario Teguh sebetulnya sama dengan apa yang dikerjakan para pengkotbah, ustadz, pendeta namun yang menusuk langsung ke orang-orang yang lebih care, lebih peduli, lebih meng-agama-kan pekerjaannya. Kalau saya perhatikan, apa yang diucapkan oleh Mario Teguh, bisa dibilang 90% sama dengan apa yang tertulis oleh Alkitab(Injil). Hanya saja dikemas menjadi barang berjudul: motivasi diri, motivasi pribadi, motivasi berbisnis dan derivatif motivasi-motivasi lainnya.

Jadi intinya, Mario Teguh menjual filosofi-filosofi berbagai macam agama, filsuf terkenal, dikoneksikan dengan kondisi bisnis, kondisi manajemen yang ngetren kemudian dikemas sebagus mungkin untuk menjadi barang bekas berkualitas satu. Ya... Macam The Secret gituh... Tapi beda jurusan.

Kira-kira itu pendapat saya tentang Mario Teguh. Pembaca SUPER punya pendapat lain? silahkan disanggah dengan komentar yang SUPER…

Komentar Terbaru