activo | asset management system

Sunday, December 06, 2009

Tips berbisnis Ponsel ala Mafia

Bagi anda yang memiliki toko ponsel, bagaimana caranya supaya customer anda tidak merongrong dengan mengklaim ini itu, minta ganti rugi ini itu?

Caranya dengan mempersiapkan berbagai alasan dibenak anda dan tahan omelan. Misalkan, pelanggan anda ingin mengklaim memory card yang rusak karena anda telah memberikan memory card bodong kepada pelanggan anda.

1. Jika staf anda kebetulan sedang tidak masuk, tinggal beralasan, "Waduh... Staf saya sedang tidak ada, lagi pulang kampung, saya jadi tidak bisa bawain handphone anda ke tokonya karena ga ada yang jaga."

Kalau dibalas, "Ya udah besok aja."

Anda bisa balas lagi, "Ga bisa, pulang kampungnya ga tau sampai kapan."

2. Jika kebetulan staf anda hadir, tinggal beralasan, "Waduh... Toko yang saya ngambil memory card-nya udah ga tau kemana."

Kalau dibalas, "LAH, waktu beli kan enci ngambil dari laci..."

Anda bisa balas lagi, "Tetep ga bisa, Tokonya udah ga ada, udah pindah..."

Kalau dibalas, "Ga bisa... Pokoknya saya mau ganti."

Anda bisa balas lagi, "Tetep ga bisa, Tokonya udah ga ada, udah pindah..." Dan terus diulang-ulang.

Dalam berbisnis, tidak selamanya harus menjadi good salesman. Bad salesman perlu dijalankan supaya anda tidak rugi. Toh, pelanggan seperti diatas, jarang-jarang.

--
Tips ini didasari pengalaman saya sendiri di toko ini:

nusa ponsel merugikan

Kejadiannya: Sabtu, 28 November 2009

Kisahnya: Saya hendak menukar memory card HP saya yang rusak ke toko Nusa Ponsel yang ada di Pusat Grosir Cililitan karena setahun lalu beli disitu. Di bungkus Memory Card tertulis "Waranty 5 years", artinya garansi masih 5 tahun. Tapi ketika saya hendak meminta pertanggungjawaban si empunya toko, saya malah mendapatkan hasil yang mengecewakan. Si pemilik toko ogah menuker Memory Card saya dan beribu alasan dilontarkan supaya memory card saya tidak ditukar.

Komentar Terbaru