activo | asset management system

Thursday, March 10, 2011

Menjadi Database Administrator: Menyenangkan dan Menantang

Dalam 2 minggu ini, terjadi error terhadap Microsoft Dynamics NAV kantor karena kelalaian DBA / Database administrator (yang dijabat sementara oleh saya sendiri :P ).
1. Transaction log penuh.
2. Partisi untuk Data file penuh.

Transaction log penuh.
Dalam waktu 7 bulan, transaction log database NAV bisa mencapai 40 gigabyte. Mantap! Microsoft Dynamics NAV menggunakan SQL SERVER 2005. Kalau diperhatikan, NAV memang menghasilkan sql statement yang lumayan banyak. Kita bisa cek dari sql server 2005 profiler. Selain dari NAV sendiri, database production (database server) juga kita "hajar" sebagai database report. Report-report yang dibuat diluar NAV, langsung diambil dari database production. Akibatnya, transaction log menjadi cepat penuh.

Penanganan untuk masalah ini :

1. cukup lakukan shrink database log. Script:
backup log "databasename" with no_log
dbcc shrinkfile(2,1)
dbcc shrinkdatabase("databasename")

2. Untuk kedepan, perlu dipisahkan antara database transaksi dengan database report. Walaupun tidak signifikan, namun cukup membantu untuk menghindari cepat penuhnya transaction log.

Partisi untuk Data file penuh.
Kalau ini masalah timbul karena hal konyol. Partisi tempat data file database, diisi juga dengan file-file backup. Berhubung file-file backup makin lama makin besar, akibatnya, partisi jadi penuh. Muncullah error transaksi tidak dapat diinput karena database sudah penuh.

Penanganan untuk masalah ini : 

1. Server production wajib dipisahkan dengan server file. Tidak boleh jadi satu.

2. Server file tidak perlu high spec, yang diperlukan large harddisk capacity.

Kesimpulan:
Menjadi database administrator sebetulnya menyenangkan dan menantang. Namun, harus rajin latihan dan berpikir cepat. Sebab, setiap ada masalah harus diselesaikan dengan cepat. Tidak boleh lama. Kenapa? Jika lama, transaksi perusahaan bisa tersendat. Jika tersendat, berefek pada banyak hal.

Komentar Terbaru