activo | asset management system

Tuesday, May 15, 2007

Batik a Java-based toolkit for SVG



Di dunia open source, banyak nama yang berbau Indonesia dipakai beberapa produk open source. Contoh terkenal sebutlah Jawa atau JAVA. Nama pulau di Indonesia ini dipakai sebagai nama bahasa pemrograman dan sudah lebih dari 16 tahun tidak tergantikan. Selanjutnya berimbas ke propinsi dipulau Jawa yaitu “Jakarta” yang terpakai sebagai nama produk web server open source. Nah, ini yang lebih lucu, nama Batik, produk asli masyarakat Jawa, digunakan sebagai nama modul untuk membuat image berformat Scalable Vector Graphics (SVG).
Apa yang dimaksud "Batik" ini, berikut kutipan dari websitenya :


Overview
Batik is a Java-based toolkit for applications or applets that want to use images in the Scalable Vector Graphics (SVG) format for various purposes, such as display, generation or manipulation.

The project’s ambition is to give developers a set of core modules that can be used together or individually to support specific SVG solutions. Examples of modules are the SVG Parser, the SVG Generator and the SVG DOM. Another ambition for the Batik project is to make it highly extensible—for example, Batik allows the developer to handle custom SVG elements. Even though the goal of the project is to provide a set of core modules, one of the deliverables is a full fledged SVG browser implementation which validates the various modules and their inter-operability.

What Batik can be used for
With Batik, you can manipulate SVG documents anywhere Java is available. You can also use the various Batik modules to generate, manipulate and transcode SVG images in your applications or applets.

Batik makes it easy for Java based applications or applets to deal with SVG content. For example, using Batik’s SVG generator module, a Java application or applet can very easily export its graphics into the SVG format.

Selengkapnya anda bisa baca disini : http://xmlgraphics.apache.org/batik/index.html

Kira-kira, nama apa lagi yah yang bakal dicolong oleh orang luar?

4 comments:

  1. mashuri1:02 PM

    kalo giliran mereka yang nyuri diem-dieman aza tuh?....

    ReplyDelete
  2. itu lah ga enaknya indonesia pak.

    Indonesia dituding negara pembajak no 1, tapi salah satu negara maju "membajak" tempe sebagai hak paten-nya.

    Indonesia juga dituding negara korupsi, padahal, negara maju sana, khususnya amrik, yang korupsi juga banyak. tapi karena cara permainan mereka halus, jadi ga ketahuan...

    ReplyDelete
  3. Anonymous10:32 PM

    This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. Anonymous10:32 PM

    ih2, mereka ga diem2 aja kalee..

    baca di faqnya de, disitu ngejelasin alasan mereka gunain namanya, dan juga muji2 batiknya indonesia

    lagian, ini kan proyek open source, orang indonesia pada kemana aja, halllloooo?

    ayo2, banggala nama batik dipake, kontribusi kalo bisa ;p bangun dunia!

    ReplyDelete

Komentar Terbaru