activo | asset management system

Thursday, July 26, 2007

Website sebagai media branding

Mantan rekan sekerja saya, Anom, telah membuat posting yang bagus sekali. Topiknya tentang menangkap pelanggan melalui website yang bertindak sebagai media branding. Cuma sayangnya, masih ada kekurangan yang buat saya kurang sreg. Berikut kutipannya:
Masih banyak pelaku bisnis di indonesia yang menganggap website bukanlah media untuk branding. Sekarang saya bisa bilang bahwa anggapan seperti itu salah. Silahkan bapak pikirkan, saat website bapak dikunjungi oleh visitors, (Prospect) customers atau (Prospect) partners, apakah itu bukan bagian dari brand interaction?

(Prospect) customer mencari informasi product melalui search engine (Ia tidak/belum tahu product perusahaan bapak). Dengan metode web campaign yang tepat, link website product perusahaan bapak akan berada di peringkat atas hasil pencarian, maka ia mengklik situs tersebut dan ia memiliki persepsi “Inilah product yang memang saya cari!”.

Sampai disini, saya jadi berpikir. Web campaign yang seperti apa?

Untuk mendapatkan posisi teratas di search engine, itu tidak mudah. Jika website kita hanya sebatas company profile, otomatis data yang ada cukup sedikit. Sehingga, jika ada situs perusahaan yang memiliki banyak kemiripan, dan banyak kontennya, website kita tidak akan menjadi teratas. Karena search engine lebih memilih website yang paling banyak di index. Kecuali, kita mau membayar penyedia jasa search engine untuk ditaruh dipaling atas hasil pencarian kata-kata tertentu.

Menurut saya, web campaign tidak hanya dilakukan dengan berusaha menjadi yang teratas di search engine. Banyak cara untuk memperkenalkan website kita.
@ Kop surat
@ Amplop
@ Kartu Nama
@ Brosur
@ Nota tagihan dan laporan keuangan
@ Cek
@ Katalog
@ Siaran pers
@ Bon di mesin kasir.
@ Ikut milis-milis tertentu dan selalu mencantumkan alamat website.
Dan masih banyak lagi taktik untuk menggaet (Prospect) customer.

Salah satu tulisan yang mungkin bisa menambah informasi tentang web campaign, bisa baca ini: Online Advertising.

Akhir kata, "Nom, ini cuma opini gue aja yah. Main biliar di Score Citos tetep jadi loh. Haha..."

11 comments:

  1. Itu kan business letter :)) dan orang yang gw lobby adalah orang bisnis yang awam dengan internet bukan orang teknikal, sebisa mungkin yang gampang masuk ke dia dong, masa iya gw bilang "SEO" ... What are you thinking man? This is business letter, THINK!!! (Hahaha, jadi kaya JW gw)

    Lagian "SEO" bagian dari web campaign kan? (Bilang bukan, ta' pateni sisan, hahahaha).

    Trus menurut Adi, gw harus mendeskripsikan web campaign di email tersebut? ini nge-lobi loch mas :) ... nanti saat presentasi baru kita mainkan :)

    See!!! ada perbedaan persepsi antara orang bisnis dan teknikal dalam menerima informasi.

    Ini salah satu alasan gw untuk melakukan riset & investigasi saat akan melakukan presentasi.

    Man, lo harus sering-sering bilyard ama gw deh, jangan buka lalatx.com mulu :))

    PS:
    Nah Adi liat? cara gw interaksi dengan lo aja berbeda :) Get The point?

    ReplyDelete
  2. Menurut saya web memang bisa digunakan sebagai media untuk promosi. Tentu harus dibuat sedemikian rupa, agar orang tertarik untuk mengunjungi web tersebut, yang pada akhirnya jika ingin membeli dan perlu keterangan lebih detail, bisa dengan email, atau di web tersebut ada tag untuk tanya jawab. Dan untuk meyakinkan, bisa presentasi.

    ReplyDelete
  3. Betul bos, kata pepatah ;
    'Tak ada Rotan Ram Punjabi'
    banyak cara utk menuju ke Oma si Rama :P

    ReplyDelete
  4. Bu Edratna ama Ale punya keingian bikin web juga :) Kayanya asik nih, udah setuju website sebagai media branding (TETEPPP!!! mo nge-lobi).

    Btw, Adi jadi ngelantur :)

    Topiknya aja "Sampaikan dengan cara lebih baik", bukan "Web campaign sebagai bagian dari online branding", ... ya biasalah, anak muda! anak muda! 86! 86! dimengerti ...

    ReplyDelete
  5. Setuju, walau penetrasi internet di Indonesia masih sangat rendah tapi kayaknya untuk metargetkan segmen tertentu website bisa jadi sangat relevam.

    ReplyDelete
  6. Weh malah paten2an. Bener mas anom kayaknya. Nek durung2 wes ngomong SEO tak jamin pasti ngacir tuh orang.

    ReplyDelete
  7. fahroniarifin1:47 PM

    Buat mas Anom:
    Audiens sekarang sangat resisten terhadap e-mail yang berkonten promosi, bahkan sekedar e-mail yang mengandung URL sebuah brand. Lagian secara otomatis e-mail semacam itu akan diklasifikasikan sebagai spam oleh mail filter. Jadi ini bukan perkara orang awam atau teknis pak. Tapi jika Anda menyebarkan e-mail semacam itu, dijamin anda akan dianggap pengganggu.

    Kemudian tentang audiens yang menemukan URL melalui search engine, lupakan saja tentang hal itu. Karena cara kerja search engine -dalam hal ini google karena paling populer- bukan seperti itu, tapi berdasar popularitas yang direkomendasikan oleh portal2 besar dan terpercaya, katakanlah yahoo atau amazon (silahkan googling tentang PageRank). Website sekeren apapun tidak lantas otomatis menempati peringkat pertama hasil pencarian.

    Web campaign hanya akan efektif jika ditunjang oleh media pendukung lain yang bisa ditemui di dunia nyata, katakanlah anda mengiklankan link Anda terus menerus di media massa, contohnya Nike.co.id. Kalau hanya membuat website lalu dibiarkan saja, ya pasti akan tenggelam bersama jutaan website lainnya. Salam

    ReplyDelete
  8. Buat fahroniarifin

    Ini salah satu contoh perbedaan persepsi yang kedua :)

    Silahkan baca dulu secara baik posting "Sampaikan dengan cara yang lebih baik :)" (Jangan quick read, not recommended),

    Yang isinya;
    - menyakinkan klien kalo website adalah media branding yang tepat
    - dan cara menyampaikan secara efektif
    - plus, mengenai nge-lobi

    Yang bahas secara spesifik mengenai "web campaign" melalui search engine itu sapa???

    Yang gue tulis di situ kan bagian dari ilustrasi agar klien mengerti bahwa "Anggapan online branding hanyalah sebuah mitos adalah kekeliruan besar." Get the point?

    Trus fahroniarifin ujug-ujug bahas email promosi seh ??? emang ada di posting gw ??? kan ga ada tuh! dapet ide dari mana ya :)

    BTW, kalo kalian comment saat gw posting mengenai web campaign, gw pasti ok :)

    Tapi apa yang kalian sampaikan mah udah umum banget :( jadi kecewa banget bacanya, kirain ada masukan baru :( gw sangat welcome kok, karena web campaign bagian dari profesi gw ...

    Gw mo nambahin 2 hal yang kalian lupakan yaitu harus paham dan mengerti "key objective dan target audience" ... jadi ngga babar blas dan wasted!!!

    Masih inget web campaign astaga.com ??? gila-gilaan :) dan dulu ada yang bikin gw bete karena main pasang spanduk-spanduk di tanah kosong bokap dan main pasang sticker aja di mobil gw (Wong edan!!!) tapi bangkrut dengan sangat cepat (Detik.com aja dulu ngga gitu-gitu amat kok, efektif dan efisien).

    Dah, doain aja semoga minggu depan gw jadi publish mengenai web campaign :)

    ReplyDelete
  9. fahroniarifin12:53 AM

    Ummm... okee Pak Anom terima kasih, maaf kalau salah :)

    ReplyDelete
  10. Untuk fahroniarifin,

    No problem :)

    Ini hanya salah persepsi dan distorsi informasi yang memang harus diluruskan :)

    Kecepatan anda menyadari & memahami sesuatu dengan baik menunjukan level dan kapasitas otak anda :) Good for you!

    ReplyDelete
  11. Btw gw mo koreksi sedikit :)

    Astaga.com yang gw maksud adalah astaga.com yang dulu dipegang si Jonathan Morris ya, bukan yang sekarang (karena udah beda owner dan management) ...

    ReplyDelete

Komentar Terbaru