activo | asset management system

Sunday, March 16, 2008

Curhat Tentang Bolanova II (Selling Blog, How?)

Kalau sebelumnya saya baru berbicara tentang kuantitas dan kualitas menulis dalam memaintain Bolanova, sekarang saya ingin sedikit berbicara, kalau sudah kedua-duanya, trus apa?

Kuantitas dan kualitas memang tidak bisa ditinggalkan. Blog yang berkualitas tapi sedikit updating-nya, maka trafiknya bakal santai-santai saja. Kalau kita baca grafik statistiknya, pageviews dan visitornya bergerak normal. Tidak ada peningkatan yang signifikan. Sedangkan kalau blognya rajin di update, tapi kualitasnya pas-pasan, secara statistik trafik mampu menunjukan peningkatan, tapi buat pembaca yang berkunjung, setelah membaca yang dibutuhkan, 50% lebih bakalan ogah balik lagi. Yang ada dibenak mereka adalah, "blog nya gitu-gitu ajah. Ogah ah balik lagi. Buang-buang waktu."

Nah, bolanova berusaha memiliki kedua-duanya. Kuantitas dan kualitas. Rajin di update minimal 1 artikel sehari dan secara kualitas tulisan, diusahakan enak dibaca.

Sekarang, kalau sudah bisa memiliki kuantitas dan kualitas, apa lagi?

Kalau cuma buat kepuasan diri, saya pasti akan stop sampai disini. Tapi tidak mungkin. Untuk menjaga kuantitas yang tiap hari selalu di update, saya harus memberikan honor kepada penulis Bolanova. Karena itu, ada pengeluaran, harus ada pemasukan. Dan hingga saat ini, Bolanova tidak ada satu rupiah pun revenue yang didapat. Trus, solusinya?

Marketing jawabannya. Tapi bagaimana? Saya ga mengerti. Soal marketing, memang bukan perkara mudah. Orang marketing saja belum tentu bisa berhasil menjual produknya. Apalagi saya yang ilmu marketingnya jelas-jelas masih nol. Apalagi yang dimarketingkan adalah BLOG. Apalagi blog masih sebuah industri yang belum ada petunjuknya atau pakemnya. Apalagi, apa lagi dan a pa la gi.

Selling blog memang bisa diocehkan dengan mudah. Tapi realitanya? Nihil. Kita bisa saja menawarkan beriklan di blog. Tapi, kalau semua orang adalah pencari uang di internet, siapa yang mau ngiklan?

Blog bola seperti bolanova cukup sial karena industri riilnya sedikit yang bersinggungan. Sepatu bola? Aparel? Waduh... Detik aja yang termasuk pemain besar di Indonesia, jarang sekali kedapatan iklan dari industri olahraga, apalagi Bolanova.

Whiew... Jadi bingung, Bolanova mau diapain yah?

Komentar Terbaru