activo | asset management system

Wednesday, August 06, 2008

Kartu Kredit Permatabank Mulai Tidak Memuaskan

Dulu, ketika lagi tidak punya uang, kartu kredit ini sangat menolong hidup saya dengan fasilitas tarik tunainya. Biarpun bunganya besar, saya tidak peduli karena memang GBU, Gue Butuh Uang. Begitupun ketika berbelanja, saat tingkat bunganya masih bersaing, saya sering berbelanja menggunakan kartu kredit ini.

Sekarang, sebagai pemegang kartu kredit PermataBank, saya merasa sudah waktunya untuk menutup kartu kredit keluaran Bank Permata ini. Kenapa? Pertama, efektif 1 juli 2008 bunga retail menjadi 4,50%. Gila! Ini sih sudah ketinggian. Dibandingkan dengan kartu kredit Citibank, bunganya jauh lebih rendah. Citibank memberikan bunga retail sebesar 3.25%. Maka dari ituh, saya kalau belanja, terutama kalau ga punya uang, bakal menggunakan Citibank karena bunganya jelas lebih murah.

Kedua, pelayanan kartu kredit PermataBank sudah mengalami penurunan. Dulu, sehari sebelum jatuh tempo, saya pasti ditelpon. Berangsur-angsur, saya hanya ditelpon kalau sudah lewat jatuh tempo. Dan akhir-akhir ini, saya tidak pernah ditelpon dan membiarkan saya terkena denda Rp 50 ribu! Duh. Padahal uang 50 ribu bisa buat beli bakso 10 mangkok...

Ketiga, Kartu Kredit PermataBank tidak pernah ada hadiah. Citibank pernah sekali memberi saya voucher belanja di Carrefour sebesar 100 ribu. Padahal, saat itu saya lebih banyak menggunakan kartu kredit PermataBank.

Akhir kata, saya tidak akan pernah memakai kartu kredit permatabank. Kalau bisa, saya akan menutupnya dalam 2-3 bulan lagi (soalnya, takut dibutuhkan, hehe...)

***

Note: tulisan ini tidak ada kaitan dengan promosi Citibank atau apapun. Kebetulan saja punya citibank kartu kredit, karena tidak tahan godaan boneka gratisnya, maka saya iseng untuk membandingkan kartu kredit PermataBank dengan kartu kredit Citibank.

Komentar Terbaru