activo | asset management system

Wednesday, February 04, 2009

Demokrasi Bayi

Definisi demokrasi kalau ga salah, dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat.

Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat diangkat oleh rakyat, tapi tewas ditangan rakyat. Walah, definisi Demokrasi Indonesia bisa dirubah tuh menjadi: Dari Rakyat Untuk Rakyat Oleh Rakyat Mati Di tangan Rakyat.

Mengetahui berita kematian Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat ini membuat saya miris dengan demokrasi di Indonesia. Memang, demokrasi Indonesia masih muda. Masih bayi. Kalau kita melihat demokrasi di Eropa, yang sudah dewasa dan khususnya di Perancis, negara pencetus Demokrasi, memang harus dilalui dengan pertumpahan darah. Selain itu, salah satu negara yang juga berdiri diatas ideologi Demokrasi di Eropa: Jerman, juga dibangun dari pertumpahan darah, dari Nazi yang otoriter ke pemerintahan sekarang. Tapi, sejarah adalah bahan pelajaran yang bisa dihindari. Sejarah tidak perlu diulang. Pertumpahan darah tidak perlu terjadi di zaman demokrasi modern saat ini.

Hmmm... Saya ngoceh begini, toh ga ada yang mendengarkan juga. Karena ini semua kembali ke pemegang kekuasaan untuk mengendalikan rakyatnya supaya sadar, proses demokrasi mesti dilalui dengan jalan damai. Perut terisi. Biar pikiran jadi jernih.

Perut terisi? He? Kalau ga salah ada partai yang mengklaim Indonesia sudah bisa swasembada beras. Artinya, kebutuhan perut sudah dianggap terpenuhi. Tapi kenapa masih ada yang beringas? Seolah-olah perut selalu lapar? Ah... Negeriku...

Komentar Terbaru