activo | asset management system

Thursday, March 17, 2011

Mekanisme Kontes me-LIKE di Facebook Perlu Ditinggalkan

Perusahaan-perusahaan semakin gencar berpromosi di ranah daring. Facebook jadi salah satu tempat untuk menarik perhatian konsumen. Promosi yang dilakukan bervariasi, dari sekedar pasang iklan, menjadi teman lalu membombardir pesan dengan pesan iklan dan berpromosi lewat kontes.

Salah satu mekanisme promosi lewat kontes adalah dengan mengajak teman-teman si konsumen untuk me-like sesuatu, bisa foto, video, status dan lain-lain.

Nah, mekanisme me-like ini ternyata dimanfaatkan oleh orang-orang pintar. Terjadilah jasa jual beli like demi hadiah kontes. Akibatnya, beberapa perusahaan membatalkan metode perlombaan ini. Seperti yang dilakukan oleh Dunia Virtual dalam kontes Foto Dunia Virtual Media & Me:

jual-beli-like-facebook

"Dear: DVers yg tlh mengikuti kontes foto "DV Media and Me", utk menghindari tindak kecurangan&sehubungan dgn munculnya pihak2 tdk bertanggung jwb yg menawarkan jasa jual/beli like maka Admin Dunia Virtual merubah kebijakan penilaian kontes foto, semua pemenang akan dipilih berdasarkan penilaian juri. Jumlah like yg sdh didapat hanyalah nilai plus bagi setiap kontestan. Hal ini dilakukan demi menjaga fair play :)"

Banyak yang setuju dengan tidak dilakukannya mekanisme LIKE. Seperti tertulis di komentar-komentar status admin DV Media and Me diatas.

Kesimpulan: Mekanisme kontes LIKE di Facebook memang perlu ditinggalkan. Alasan:

1. Tidak semua orang populer. Jika karya si peserta sangat bagus namun tidak populer, alhasil sulit untuk menang. Karena akan sedikit yang me-LIKE hasil karyanya.

2. Seperti screen shoot diatas, ada pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan jasa jual-beli like sehingga hasil karya peserta tidak murni lagi.

Komentar Terbaru